Aura Ratu dari SMPN 5 Kaur Harumkan Nama Bengkulu Ditingkat Nasional
siswi Aura Ratu SMP Negeri 5 Kaur yang sukses mengharumkan nama Bengkulu di level nasional-Ist-
Radar Bengkulu — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Provinsi Bengkulu. Kali ini, giliran siswi Aura Ratu SMP Negeri 5 Kaur yang sukses mengharumkan nama Bengkulu di level nasional. Setelah sebelumnya berjaya di berbagai cabang lomba seperti pramuka, seni, hingga olahraga futsal dan voli putra tingkat kabupaten dan provinsi, kini sekolah yang berada di wilayah selatan Bengkulu ini kembali mencetak sejarah lewat bidang yang tak kalah penting bahasa daerah.
Adalah Aura Ratu Medina, siswi SMPN 5 Kaur, yang menjadi bintang dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional yang digelar oleh Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen di Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin, 26 Mei 2025. Aura tampil memukau, membawa kebanggaan bukan hanya bagi sekolah dan Kabupaten Kaur, tetapi juga Provinsi Bengkulu secara keseluruhan.
Festival ini bukan ajang sembarangan. Diikuti oleh perwakilan dari 38 provinsi dengan total 114 bahasa daerah yang dilestarikan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaga kekayaan linguistik Nusantara. Dalam acara yang diprakarsai oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek ini, Bengkulu berhasil meraih predikat "Ksatria Terbaik Penjaga Bahasa", sejajar dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
BACA JUGA:Hewan Kurban di Mukomuko Tahun 2025 Terdata 1.081 Ekor, Ada 3 Kecamatan di Atas 100 Ekor
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, kepada Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Bengkulu dalam pelestarian bahasa daerah.
Menurut Pakhrozi, S.Pd, guru pembimbing sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Kaur, perjuangan Aura untuk sampai ke panggung nasional bukanlah perjalanan instan. Ia menuturkan bahwa sejak awal sekolahnya konsisten mengikuti berbagai lomba bahasa daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
“Alhamdulillah, akhirnya SMPN 5 Kaur dipercaya mewakili Provinsi Bengkulu dalam ajang nasional. Ini hasil kerja keras dan semangat luar biasa dari Aura dan tim,” ujar Pakhrozi.
Yang menarik, bahasa daerah yang diangkat Aura dalam festival ini adalah Bahasa Nasal, salah satu bahasa lokal di Kabupaten Kaur yang mulai jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Menurut Pakhrozi, dalam Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Kaur, wilayah tersebut memiliki dua bahasa utama, yaitu Bahasa Nasal dan Bahasa Melayu Tengah. Bahasa Melayu Tengah sendiri memiliki tiga dialek: dialek Kaur, dialek Semende, dan dialek Basemah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
