Lapak UMKM Kuliner Pantai Panjang Banyak Kosong

Lapak UMKM Kuliner Pantai Panjang Banyak Kosong

Lapak UMKM Kuliner Pantai Panjang Banyak Kosong -Hana Kharmila-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id — Deretan lapak kuliner yang dulunya digadang-gadang menjadi pusat ekonomi masyarakat lokal kini terlihat kosong  di kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Bahkan sebagian besar kios sudah lama tidak beroperasi lagi.


Dari pantauan di lokasi, hanya terlihat beberapa spanduk makanan dan minuman yang tertinggal. Namun, tak ada aktivitas jual beli. Meja dan kursi yang dulunya disediakan untuk para pengunjung kini dibiarkan berdebu dan lapuk termakan waktu.

BACA JUGA:Walikota Ajak Masyarakat Indonesia Saksikan Festival Tabut 2025 di Pantai Panjang


Menurut informasi yang dihimpun, sejak awal dibuka, para pelaku usaha diberikan fasilitas berjualan secara gratis selama enam bulan pertama.

Pada masa percobaan tersebut, peraturan terkait pembayaran sewa belum ditetapkan oleh pemerintah. Penentuan biaya sewa bulanan rencananya baru akan diputuskan setelah masa uji coba enam bulan berakhir, dengan catatan apabila ada minat dari pedagang yang ingin melanjutkan usahanya.

BACA JUGA:Area Festival Tabut di Pantai Panjang Bengkulu Sudah Mulai Ramai


Namun kenyataannya, dalam kurun waktu tersebut, lapak-lapak tersebut minim pengunjung dan tidak banyak transaksi yang terjadi. Kondisi ini membuat sebagian besar pedagang memilih untuk tidak melanjutkan usahanya.


Salah seorang pedagang di belakang lokasi UMKM kuliner tersebut, Darmawati (58) mengatakan, lapak itu memang sudah lama ditinggalkan pedagangnya. Mungkin karena sepinya pengunjung yang berbelanja di UMKM kuliner tersebut membuat mereka menutup usahanya sementara. 

BACA JUGA:Demi Tarik Wisatawan, Penataan dan Kebersihan Pantai Panjang Rutin Dilakukan


Ditambah lagi, lanjutnya, kurangnya promosi. Sehingga akhirnya banyak yang tutup.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan pengelola kawasan wisata untuk mencari solusi agar pusat kuliner ini tidak terus dibiarkan kosong. Tanpa langkah strategis, keberadaan tempat ini berpotensi menjadi proyek yang sia-sia.


Pemerintah, lanjutnya, diharapkan lebih aktif mempromosikan kawasan wisata, sekaligus memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu menarik minat pengunjung untuk berbelanja. (Hana kharmila/mg2)


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: