Reflika Naga dan Burung Emas di Stand Tabut Bengkulu Bikin Warga Terpukau
Reflika Naga dan Burung Emas di Stand Tabut Bengkulu Bikin Warga Terpukau-Hana Kharmila-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id — Festival Tabut Bengkulu kembali memukau masyarakat dengan deretan stand yang dihias meriah, dipenuhi ornamen-ornamen khas budaya.
Tahun ini, kehadiran replika naga dan burung emas menjadi sorotan utama dan sempat memukau warga diantara keramaian stand di kawasan Arena Festival Tabut 2025.
BACA JUGA:Perdana, Festival Tabut Bengkulu Hadirkan Program Makan Gratis untuk Pengunjung
Salah satu stand yang ramai dikunjungi adalah milik Kelompok Tabut Budaya. Stand ini dihiasi dengan burung emas berukuran besar dan naga merah keemasan yang mencuri perhatian, terutama di kalangan anak-anak.
Bayu (19) anggota Kelompok Tabut Budaya mengatakan ide memadukan burung dan naga ini memang untuk menarik perhatian, khususnya bagi anak-anak.
BACA JUGA:Tuntaskan Masalah Masyarakat, Gubernur dan Bupati Ngantor Bergantian di Pulau Enggano
"Kami pilih bentuk burung dan naga biar makin menarik, terutama buat anak-anak yang datang ke sini," ujar Bayu saat ditemui RADAR BENGKULU di lokasi Fstival Tabut, Rabu (2/7).
Bayu menjelaskan, proses pembuatan hiasan tersebut memakan waktu sekitar tiga minggu. Bahan utamanya terdiri dari kayu, kertas, lem, dan lampu hias untuk menambah kemeriahan. Kelompok Tabut Budaya sendiri sudah rutin ikut memeriahkan festival ini sejak awal tahun 2000-an.
BACA JUGA:Gerak Cepat, Gubernur Bengkulu Gelontorkan Dana Rp 5 Miliar ke Enggano
Setiap tahun, bentuk kreasi stand mereka selalu berbeda. Jika tahun lalu hanya menampilkan burung emas, tahun ini mereka menambahkan ornamen naga sebagai pelengkap yang menambah kesan megah dan unik.
"Kreasinya selalu kami ubah setiap tahun biar pengunjung nggak bosan. Tahun kemarin cuma burung, sekarang kami tambahkan naga," jelas Bayu.
BACA JUGA:Bengkulu Tampilkan Wajah Baru Budaya dan Ekonomi Rakyat Festival Tabut 2025
Selain menikmati keindahan hiasan, pengunjung juga diperbolehkan berfoto di stand tersebut. Tidak ada tarif khusus, cukup membayar seikhlasnya saja. "Kalau mau foto silakan, nggak dipatok harga, seikhlasnya aja."
Stand Tabut Budaya ini akan tetap berada di lokasi festival hingga hari puncak, yaitu saat prosesi pembuangan Tabut. Bayu berharap tradisi dan kreativitas dalam Festival Tabut Bengkulu terus berkembang dan semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
