Manfaat Memahami Literasi Digital Dalam Pencegahan Informasi Hoax
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu -Ist-
radarbengkuluonline.id - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu kemarin menggelar Bimbingan Teknis literasi informasi untuk pustakawan, guru, tenaga perpustakaan dan pegiat literasi.
Kegiatan ini mengangkat tema pentingnya literasi informasi dalam era digital. Salah satu narasumber yang mengisi materi dalam bimtek adalah Anugerah Wahyu yakni seorang penggiat jurnalistik dan sosial media.
Sementara itu, Kepala DPK provinsi Bengkulu H Meri Sasdi M, Pd kegiatan bimtek ini didukung penuh oleh Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu H Ir Mian.
Meri Sasdi menyampaikan bimtek ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini ditandai dengan semakin meningkatnya pengguna internet.
Internet digunakan oleh hampir semua kelompok usia, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Media sosial menjadi salah satu tempat yang mendapat sambutan hangat dari para pengguna internet.
Menurut salah satu narasumber kegiatan Bimtek yang diselenggarakan dinas perpustakaan provinsi Bengkulu, Anugerah Wahyu Keberadaan internet sebagai platform daring menyebabkan penyebaran informasi yang belum pasti kebenarannya beredar dengan sangat cepat.
Media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan lainnya merupakan tempat penyebaran informasi. Media sosial ini dapat diakses oleh siapa saja yang menginstal aplikasinya. Kehadiran fitur like, hashtag, share, dan trending topic di media sosial memungkinkan informasi tersebar dalam hitungan detik.
"Bentuk-bentuk literasi digital saat ini banyak ditemui di internet dan di perpustakaan kota serta daerah. Salah satu contoh literasi digital yang umum di internet adalah e-book dan bahan bacaan digital, yang tidak selalu terbatas pada konten yang tersedia secara daring. Secara keseluruhan, " ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu H. Meri Sasdi M.Pd Bentuk-bentuk literasi digital saat ini banyak ditemui di internet dan di perpustakaan kota serta daerah. Salah satu contoh literasi digital yang umum di internet adalah e-book dan bahan bacaan digital, yang tidak selalu terbatas pada konten yang tersedia secara daring. Secara keseluruhan,
Untuk itulah literasi digital ini bisa kita lakukan dimulai dari diri sendiri, memberikan edukasi kepada masyarakat secara perlahan dan juga bisa menggunakan sosial media dengan tepat, seperti menyebarkan informasi yang fakta dan memberikan pemahaman tentang informasi palsu yang sudah terlanjur beredar di masyarakat.
Hal ini mungkin akan membutuhkan banyak waktu, namun jika diterapkan dengan baik maka semakin lama akan membuat banyak orang ikut serta melakukannya.
Kita juga bisa membuat konten edukasi tentang penyebaran informasi palsu, dan meluruskan informasi hoax yang beredar melalui konten edukatif
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
