Kerajinan Susilowati: Limbah Laut Menjadi Cinderamata Bernilai Jual Tinggi

Kerajinan Susilowati:  Limbah Laut Menjadi Cinderamata Bernilai Jual Tinggi

Limbah Laut Menjadi Cinderamata Bernilai Jual Tinggi-Hana Kharmila-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id – Deretan kerang laut yang sudah disulap menjadi tirai, kotak tisu, hingga hiasan lemari terpajang rapi di sebuah lapak kecil di Pasar Pantai, Jalan Pariwisata, Kelurahan Malabro, Kota Bengkulu.

Di balik meja jual tersebut, Susilowati (44) dengan telaten melayani pengunjung yang datang mencari cinderamata unik berbahan dasar kerang.

BACA JUGA:Buket Cinta: Hobi Merangkai Bunga yang Menjadi Ladang Usaha



Usaha kerajinan kerang ini telah dijalani Susilowati selama lima tahun terakhir. Berawal dari kepeduliannya terhadap lingkungan dan keinginan untuk mengubah benda tak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai, Susilowati menjadikan kerang sebagai sumber penghasilan.


“Alasan saya memilih usaha ini karena ingin membudayakan agar yang tadinya tidak bermanfaat, bisa jadi bermanfaat,” ujarnya.

BACA JUGA:Kerajinan Tirai, Produk Olahan dari Pelepah Sawit Mendatangkan Cuan


Bahan-bahan kerang yang siap untuk diolah jadi cinderamata-Hana Kharmila-radarbengkulu

Bahan-bahan kerang yang ia gunakan sebagian didapat dari hasil pencarian sendiri. Sebagian lagi dibeli dari pengumpul. Bahkan untuk beberapa produk, ia bekerja sama dengan pengrajin yang membuatkannya secara khusus.


“Kalau proses kerajinan seperti tirai dan kotak tisu itu kadang kita belinya sudah jadi. Ada pengrajin khusus yang pasok ke kita. Kalau habis, kita tinggal pesan dan mereka antar ke sini,” tambahnya.

BACA JUGA:SMKN 5 Kota Bengkulu Icon Sekolah Seni dan Kerajinan


Ia mengaku, sebenarnya mampu membuat sendiri, namun terkendala waktu. “Ibaratnya kita bagi-bagi rezeki, yang buat dapat untung, kita yang jual juga.”

Produk kerajinan yang dijual pun beragam. Mulai dari hiasan pintu seharga Rp 50.000, tirai kerang Rp 200.000, hingga kotak tisu kerang Rp 75.000. Hiasan lemari dijual mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 200.000. Ini tergantung ukuran dan kerumitannya.

BACA JUGA:Produksi Kerajinan Rotan Hanya Berdasarkan Pesanan


Dulu, pemasaran sempat dilakukan lewat media online, namun kini sudah jarang dilakukan. Karena, pemesanan lewat internet juga mulai menurun.

Meski berada di kota pesisir, ternyata pembeli kerajinan Susilowati justru banyak datang dari luar kota.
“Pelanggan saya kebanyakan dari luar daerah. Seperti Jambi, Lintang, Sulawesi, dan Jawa. Mereka beli untuk oleh-oleh. Kalau warga sini biasanya beli untuk bahan kolam atau hiasan aquarium,” jelasnya.

BACA JUGA:Laris Manis, Hari Valentine Bawa Berkah Bagi Penjual Buket Bunga



Di balik ketekunannya, Susilowati berharap usahanya bisa terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: