Korban Tak Sadar Uangnya Hilang, Ini Penipuan Jenis Terbaru
Penipuan Modus Impersonasi Bikin Geger, Korban Tak Sadar Uangnya Hilang-poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU - Modus penipuan online makin beragam dan menakutkan.
Salah satu yang tengah marak adalah impersonasi, yaitu pelaku menyamar sebagai staf resmi perusahaan untuk menipu calon korban.
Korbannya? Bukan cuma orang awam, tapi juga pengguna aktif e-commerce yang biasanya sudah akrab dengan belanja online.
Terbaru, Blibli mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat untuk waspada terhadap aksi penipuan bermodus impersonasi, di mana pelaku mengaku sebagai staf atau manajemen Blibli.
Mereka biasanya menghubungi korban lewat chat pribadi seperti WhatsApp, DM Instagram, atau email mencurigakan.Modus yang digunakan terlihat meyakinkan: pelaku menawarkan kerja sama, hadiah, hingga komisi tinggi agar korban tergoda dan langsung merespons.
Tanpa sadar, korban bisa saja diminta mengirim uang ke rekening pribadi si pelaku, atau mengklik link berbahaya yang mencuri data pribadi.
BACA JUGA:Waspada, Penipuan Atas Nama Walikota Kota Bengkulu Sedang Beraksi
Menurut laporan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK, kerugian masyarakat akibat penipuan online dari November 2024 hingga Mei 2025 telah mencapai angka mengejutkan: Rp2,6 triliun, dari lebih dari 135 ribu kasus yang dilaporkan.
Sebagian besar penipuan dilakukan dengan menyamar sebagai institusi resmi.
Blibli Imbau: Jangan Langsung Percaya, Ini Tanda-Tanda Modus Impersonasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
