Kasus Stunting Semester I Tahun 2025 di Desa Senali Ditindaklanjuti

 Kasus Stunting   Semester I Tahun 2025 di Desa Senali Ditindaklanjuti

Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Semester I Tahun 2025 di Desa Senali-Berlian-Radar Bengkulu

radarbengkuluonline.id, Argamakmur - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui lintas sektor terus berupaya menekan angka stunting. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tindaklanjut Audit Kasus Stunting (AKS) Semester I Tahun 2025 yang digelar di Desa Senali Kecamatan Arga Makmur beberapa hari lalu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Setdakab Bengkulu Utara, Kepala Bappelitbangda Bengkulu Utara, Kepala DPPKB, Camat Argamakmur, Kepala Desa Senali, BPD, serta masyarakat setempat.

BACA JUGA:Bupati Bengkulu Utara Bagikan Honor Imam Masjid dan Pemuka Agama di Padang Jaya

 

Dalam sambutannya, Kepala Desa Senali Meriyanti menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan perhatian serius terhadap pencegahan stunting di Desa Senali

“Kami berharap tindak lanjut audit ini dapat membuahkan hasil nyata. Sehingga, Desa Senali benar-benar terbebas dari kasus stunting di masa mendatang,” ucapnya.

BACA JUGA: Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Rakor Bersama Pemkab Bengkulu Utara

 

Sementara itu, Asisten II Setdakab Bengkulu Utara, Heru Susanto, ST menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan sinergi bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Harapan kita ke depan, Desa Senali bisa terbebas dari kasus stunting. Semoga tahun depan tidak ada lagi kasus baru, masyarakat semakin sejahtera, dan program berbasis gotong royong dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

BACA JUGA:Bupati Bengkulu Utara Minta Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

 

Senada dengan itu, Kepala Bappelitbangda Dodi Hardinata, S.Sos, M.Si menuturkan bahwa dari hasil audit semester I tahun 2025 masih terdapat kasus yang membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan intervensi gizi tambahan, melainkan juga harus dilakukan secara komprehensif.

“Kami berharap penanganan stunting bukan sekadar tambahan gizi, tetapi juga mencakup penyediaan air bersih, sanitasi lingkungan, hingga perbaikan rumah layak huni. Semua program ini harus benar-benar dijalankan sesuai aturan. Jangan sampai disalahgunakan, dan masyarakat diharapkan dapat saling membantu,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: