Penduduk Miskin di Kota Bengkulu Sudah Turun
Penduduk Miskin di Kota Bengkulu Sudah Turun-Riski/MC-Radar Bengkulu
radarbengkuluonline.id – Ini kabar bahagia yang harus diketahui seluruh masyarakat Kota Bengkulu. Pasalnya, persentase penduduk miskin di Kota Bengkulu tahun 2025 turun dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Data ini dibeberkan langsung Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Win Rizal.
Kepala BPS memaparkan, materi tentang kemiskinan, indikator kemiskinan serta tren kemiskinan Provinsi Bengkulu di acara rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Bengkulu yang digelar di aula Merah Putih kantor Gubernur Bengkulu, Rabu, 17 September 2025.
BACA JUGA:Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi PAD dari Mega Mall Dilimpahkan ke JPU
Rapat yang dibuka oleh Pj Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni ini bertujuan untuk optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem Provinsi Bengkulu tahun 2025.
Hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pada Provinsi Bengkulu, Yuliswani. Dari Pemkot Bengkulu, hadir langsung Wakil Walikota Ronny P.L Tobing yang juga Ketua TKPK Kota Bengkulu dan Kadis Sosial Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang.
BACA JUGA:Ketua DPD RI dan Menteri Pertanian Bahas Hilirisasi Perkebunan hingga Stok Pangan di Bengkulu
Di hadapan seluruh tim percepatan penanggulangan kemiskinan kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu yang hadir, seperti dari Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu dan Mukomuko, Kepala BPS memaparkan persentase penduduk miskin per Maret 2025.
Untuk persentase penduduk miskin di Kota Bengkulu 11,91 persen, turun dari tahun 2024 dimana persentase penduduk miskin di angka 13,76 persen. Sedang di tahun 2023 persentasenya 14,71 persen.
Untuk persentase Provinsi Bengkulu, jumlah penduduk miskin tahun 2025 per Maret 12,08 persen. Tahun 2024 di angka 13,56 persen dan tahun 2023 di angka 14,04.
Wakil Walikota Bengkulu, Ronny P.L Tobing SH mengatakan, untuk menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem diperlukan kolaborasi bersama antara provinsi dan kabupaten/kota.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
