Jadi Penopang Ekonomi Keluarga, Petani Enggano Gelar Aksi Damai di Kantor Camat
Petani sedang panen sawit-Windi Junius/Ist-Radar Bengkulu
radarbengkuluonline.id – Suasana di Pulau Enggano, pulau terluar Indonesia yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara, kembali hangat oleh perdebatan soal keberadaan perkebunan kelapa sawit.
Jika sebelumnya publik sempat ramai dengan suara penolakan dari sebagian kelompok masyarakat yang khawatir akan dampak lingkungan, kali ini muncul kabar berbeda.
BACA JUGA:Pemuda Batak Bersatu Siap Membangun dan Memajukan Kabupaten Kaur
Sejumlah petani justru menyatakan dukungan mereka terhadap komoditas emas hijau tersebut.
Mereka bahkan berencana menggelar aksi damai pada Senin, 21 September 2025, di depan Kantor Camat Enggano.
Aksi ini disebut sebagai upaya tandingan. Bukan untuk memicu konflik, melainkan menegaskan bahwa tidak semua warga menolak keberadaan sawit di pulau dengan luas sekitar 400 kilometer persegi itu.
BACA JUGA: Kapolres Lakukan Uji Coba Masak dan Doa Bersama di SPPG Bengkulu Utara
“Aksi damai telah kami agendakan, dan sudah disampaikan pemberitahuannya kepada pihak kecamatan serta aparat kepolisian. Kami pastikan tidak ada keributan. Ini murni untuk menyampaikan aspirasi,” ungkap Yudi Rahman, salah seorang petani sawit asal Desa Banjar Sari, Kecamatan Enggano, Minggu (20/9).
Menurut Yudi, ada alasan kuat mengapa kelompok petani memilih turun ke jalan dengan cara damai. Pertama, mereka ingin membuktikan kepada publik bahwa tidak semua masyarakat Enggano bersikap seragam dalam memandang sawit.
BACA JUGA:Dimulai Oktober, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Enggano Tuntas Maret 2026
“Kami yang menanam sawit punya tujuan sederhana: memperbaiki ekonomi keluarga. Apakah salah kalau kami ingin hidup lebih baik?” ucap Yudi dengan nada tegas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
