BPBD Bengkulu Utara Turunkan Tim Untuk Tangani Longsor di Lebong Tandai

BPBD Bengkulu Utara Turunkan Tim Untuk Tangani Longsor di Lebong Tandai

BPBD Bengkulu Utara Turunkan Tim Untuk Tangani Longsor di Lebong Tandai-Berlian-Radar Bengkulu

radarbengkuluonline.id, Napal Putih - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat dalam menangani bencana longsor yang terjadi di Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara pada hari Jumat (12/9/2025).

Dikarenakan faktor cuaca, Tim TRCD BPBD Bengkulu Utara baru bisa tiba di lokasi pada Rabu (17/9/2025) dengan membawa berbagai peralatan pendukung penanganan. Seperti cangkul, sekop, selang air 1,5 inci sepanjang 200 meter, klenteng, dan perlengkapan lainnya. Tim pertama yang diterjunkan berjumlah 5 orang.

BACA JUGA: Wabup Bengkulu Utara Launching Aplikasi Simda BMD Online

 

Namun pembersihan material longsor belum bisa langsung dilakukan karena masih ada potensi longsor susulan di tebing dengan ketebalan 1,5 meter, panjang 20 meter, dan ketinggian 40 meter dari permukaan jalan.

Kondisi ini diperparah dengan medan yang ekstrem, lokasi yang jauh di tengah hutan, serta ancaman longsor susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

BACA JUGA:Bupati Bengkulu Utara Bagikan Honor Imam Masjid dan Pemuka Agama di Padang Jaya

 

Setelah dilakukan rapat bersama tim TRCD BPBD, perangkat desa, dan masyarakat pada Kamis (18/9/2025), disepakati bahwa pembersihan material longsor dimulai pada Sabtu (20/09/2025). Hari ini, tim TRCD BPBD bersama perangkat Desa Lebong Tandai serta masyarakat mulai bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bengkulu Utara Rahmad Rizwan, mengungkapkan, pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat.

BACA JUGA: Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Rakor Bersama Pemkab Bengkulu Utara

 

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi bencana ini. Namun karena kondisi tebing yang masih rawan, penanganan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Kami juga akan menambah personel melalui tim kedua yang dijadwalkan berangkat Minggu (21/9/2025) sebanyak 6 orang,” ujarnya. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: