Belum Final, Ribuan Orang Penerima Bansos di Provinsi Bengkulu Dihapus
Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda-Ist-
radarbengkuluonline.id — Ribuan warga Bengkulu yang selama ini terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) kini harus siap-siap gigit jari. Nama mereka resmi dihapus dari daftar penerima, setelah hasil verifikasi dan validasi data terbaru menunjukkan banyak yang tidak lagi memenuhi syarat.
Langkah tegas ini diambil oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu bersama Dinsos kabupaten/kota, sebagai bagian dari upaya membersihkan data penerima bantuan agar lebih tepat sasaran.
“Ya, ada ribuan yang kita hapus dari daftar penerima. Proses ini hasil verifikasi yang dilakukan langsung oleh kabupaten dan kota,” ungkap Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda, SHut, Kamis (30/10).
BACA JUGA:Golkar Bengkulu Resmi Bentuk Pengurus Baru, Bentuk Tim Evaluasi Kinerja Fraksi Se-Bengkulu
Menurut Swifanedi, penghapusan ini mencakup berbagai jenis bantuan. Itu mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT). Meski angka pastinya belum dirilis, data sementara menunjukkan jumlah penerima yang dihapus mencapai ribuan nama di seluruh wilayah Bengkulu.
“Data bansos itu sifatnya dinamis. Bisa berubah kapan saja sesuai hasil verifikasi lapangan. Kalau terbukti tidak layak, langsung kita hapus,” tegasnya.
Salah satu temuan paling mengejutkan adalah adanya data penerima bantuan yang terdeteksi menggunakan NIK untuk judi online, hingga memiliki kendaraan mewah. Fakta-fakta ini terungkap dari hasil cross-check dengan sistem administrasi kependudukan dan laporan keuangan digital.
“Kami temukan ada yang masih tercatat sebagai penerima bansos, tapi ternyata punya mobil, bahkan dua. Ada juga yang NIK-nya dipakai untuk akun judi online. Nah, yang seperti ini otomatis kita coret,” kata Swifanedi tegas.
Selain itu, masih banyak data ganda satu nama tercatat di beberapa program sekaligus yang turut menjadi penyebab penghapusan.
Dinsos Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa proses verifikasi belum selesai. Tim di tingkat kabupaten/kota masih melakukan pengecekan lapangan, sehingga jumlah penerima yang dihapus kemungkinan besar akan terus bertambah.
“Sekarang teman-teman di kabupaten/kota masih bekerja di lapangan. Jadi angka yang kita punya belum final. Tapi tren penghapusan memang meningkat,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, Kabupaten Seluma menjadi wilayah dengan tingkat kegagalan verifikasi tertinggi untuk penerima PKH. Sedangkan untuk program bantuan sembako dan BLT, terbanyak ditemukan di Kabupaten Rejang Lebong.
“Untuk BLT, datanya masih kita tunggu karena proses verifikasi masih berlangsung,” tambah Swifanedi.
Pemerintah provinsi menegaskan, langkah ini bukan bentuk pemotongan bantuan, melainkan upaya agar bantuan benar-benar sampai kepada warga miskin yang berhak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
