Wagub Mian Hadiri Rapat Evaluasi Bersama Mendagri, Segera Lakukan Sinkronisasi

Wagub Mian Hadiri Rapat Evaluasi Bersama Mendagri, Segera Lakukan Sinkronisasi

Wagub Mian Hadiri Rapat Evaluasi Bersama Mendagri, Segera Lakukan Sinkronisasi -Riski/MC-radarbengkulu


radarbengkuluonline.id – Wakil Gubernur Bengkulu Mian, didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi mengikuti Rapat Evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 secara virtual.

Kegiatan ini berlangsung  di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, pada Rabu (24/12).



​Rapat koordinasi tingkat nasional ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Agenda utama pertemuan tersebut adalah memastikan bahwa perencanaan anggaran di setiap daerah telah selaras dengan target pembangunan nasional serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tahun mendatang.

​Dalam arahannya, Tito Karnavian menekankan beberapa poin krusial yang harus menjadi perhatian serius bagi seluruh kepala daerah di Indonesia:



​Optimalisasi Fiskal:

Pemerintah daerah diminta untuk lebih kreatif dan maksimal dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) serta memastikan belanja daerah terserap secara tepat sasaran dan efisien.

​Efisiensi Belanja:

Belanja daerah harus difokuskan pada program-program strategis yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat, bukan sekadar belanja rutin yang tidak produktif.

​Sektor Swasta sebagai Katalis:

Mendagri mengharapkan para kepala daerah tidak hanya bergantung pada dana pemerintah, tetapi juga mampu "menghidupkan mesin" pertumbuhan ekonomi melalui sektor swasta.

​"Kepala daerah harus proaktif menciptakan iklim investasi yang kondusif. Penanaman modal dari sektor swasta adalah kunci untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," ujar Mendagri dalam rapat tersebut.

​Komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu
​Menanggapi arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk segera melakukan sinkronisasi terhadap catatan-catatan evaluasi yang diberikan. 


Fokus utama ke depan adalah memastikan APBD 2025 Provinsi Bengkulu dapat menjadi instrumen yang kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong masuknya investasi ke Bumi Rafflesia.

​Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan daya beli masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah provinsi.
 


 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: