Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Siagakan Pos Kesehatan Gratis Saat Banjir

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Siagakan Pos Kesehatan Gratis Saat Banjir

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Siagakan Pos Kesehatan Gratis Saat Banjir-Riski/MC-Radar Bengkulu

radarbengkuluonline.id - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bengkulu pada awal tahun 2026 segera direspons cepat oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Walikota Bengkulu Dr Dedy Wahyudi SE MM turun langsung meninjau lokasi terdampak pada hari Minggu, 4 Januari 2026.

Ia mengunjungi RT 1 Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, yang mengalami kondisi cukup parah dengan puluhan rumah terendam. Dalam kunjungan tersebut, Walikota didampingi oleh Pj Sekretaris Daerah, Tony Elfian, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Mereka menyusuri kawasan banjir untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang berada di bantaran sungai.

 

Di lokasi banjir, warga bernama Hikmah Juwita menyampaikan aspirasinya agar sungai segera dinormalisasi karena sudah sangat dangkal. Menanggapi keluhan itu, Walikota Dedy menjelaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara instan seperti sulap. Ia memaparkan bahwa penyebab utama banjir adalah kerusakan lingkungan di daerah hulu akibat tambang batu bara. Hutan yang gundul tanpa reklamasi maksimal menyebabkan air hujan mengalir deras ke wilayah kota tanpa hambatan.

Oleh karena itu, banjir tetap terjadi meskipun curah hujan di wilayah Kota Bengkulu sendiri tidak terlalu tinggi.

 

Sebagai solusi konkrit, pemerintah berkomitmen melakukan normalisasi sungai dan pembangunan kolam retensi. Walikota menegaskan bahwa proses pembuatan kolam retensi saat ini sedang berjalan secara bertahap. Tahun ini, pemerintah fokus pada tahap ganti rugi lahan untuk proyek pengendali banjir tersebut. Pembayaran ganti rugi diperkirakan akan terealisasi pada pertengahan tahun melalui pihak Balai Wilayah Sungai VII.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu mengurangi potensi banjir di masa mendatang secara signifikan.

 

Selain memberikan penjelasan teknis, Walikota juga menyerahkan bantuan makanan siap saji sebagai bentuk kepedulian darurat bagi korban. Upaya penanganan bencana ini turut didukung penuh oleh Dinas Kesehatan yang membuka pos pelayanan kesehatan. Pos-pos medis ini didirikan di wilayah terdampak seperti Tanjung Jaya, Rawa Makmur, Sawah Lebar, dan Bentiring.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Nelli Hartati, menyatakan, pihaknya ikut berperan aktif dalam pengendalian masalah kesehatan penduduk pascabanjir. Para petugas medis telah dikerahkan untuk bersiaga penuh di berbagai titik lokasi banjir guna melayani warga.

 

Layanan kesehatan yang disediakan di posko-posko tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara gratis tanpa pungutan biaya. Warga yang merasa kurang sehat diimbau untuk segera mendatangi posko terdekat guna mendapatkan perawatan medis. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi munculnya penyakit yang biasa terjadi saat banjir tiba.

Nelli menyebutkan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai antara lain flu, demam, malaria, dan diare.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: