Keluhan Sopir Angkutan Sampah Didengar, DPRD dan Pemkot Bengkulu Siapkan Solusi TPA

Keluhan Sopir Angkutan Sampah Didengar, DPRD dan Pemkot Bengkulu Siapkan Solusi TPA

Keluhan Sopir Angkutan Sampah Didengar, DPRD dan Pemkot Bengkulu Siapkan Solusi TPA-Ist-

 

RADAR BENGKULU – Perjuangan para sopir angkutan sampah Kota Bengkulu akhirnya mendapat perhatian serius. Beberapa waktu lalu, mereka datang langsung ke DPRD Kota Bengkulu dan Pemerintah Kota untuk menyampaikan keluhan yang selama ini mereka rasakan di lapangan, mulai dari sulitnya akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga kondisi TPA yang kian penuh dan nyaris overload.

Dengan wajah lelah dan nada penuh harap, para sopir mengungkapkan bahwa akses jalan menuju TPA kerap menjadi kendala utama, terutama saat hujan turun. Jalan yang becek dan licin tidak hanya memperlambat proses pengangkutan sampah, tetapi juga membahayakan keselamatan mereka, khususnya sopir kendaraan kecil pengangkut sampah.

BACA JUGA:Waka I DPRD Kota Bengkulu Ingatkan Satpol PP Tertibkan PKL Secara Humanis dan Adil

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu, Rahmad Widodo, menyampaikan bahwa aspirasi para sopir telah menjadi perhatian bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Bengkulu. Ia mengungkapkan bahwa saat ini telah disiapkan sejumlah anggaran untuk pembelian lahan tambahan yang nantinya akan difungsikan sebagai perluasan TPA.

 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menegaskan bahwa persoalan infrastruktur jalan menuju TPA tidak boleh diabaikan. Menurutnya, akses jalan yang layak merupakan kebutuhan mendesak agar para sopir dapat bekerja dengan aman dan nyaman, tanpa harus khawatir terjebak jalan becek atau rusak saat mengangkut sampah.

 

“Para sopir ini adalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota. Sudah seharusnya mereka didukung dengan fasilitas yang memadai, termasuk jalan menuju TPA yang layak dilalui,” ujar Rahmad Widodo.

 

Lebih jauh, Widodo menekankan bahwa persoalan sampah di Kota Bengkulu bukan sekadar soal pembuangan, tetapi juga menyangkut sistem pengelolaan yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Ia berharap, dengan adanya penambahan lahan TPA serta perbaikan akses jalan, kinerja pengangkutan sampah dapat semakin optimal dan berdampak langsung pada kebersihan serta kesehatan lingkungan kota.

 

“Pengelolaan sampah ini menyangkut kepentingan seluruh masyarakat. Kalau di hulunya bermasalah, di hilirnya pasti berdampak. Maka ini harus benar-benar menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: