Iktibar Peristiwa Isra Wal Mikraj Nabi Muhammad SAW
Dr. H. Henderi Kusmidi, M.H.I-Adam-Radar Bengkulu
radarbengkuluonline.id -- Para pembaca rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Iktibar Peristiwa Isra Wal Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Dr. H. Henderi Kusmidi, M.H.I. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua
Sidang Jamaah Jumat yang berbahagia
Diiringi rasa syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam kepada junjungan kita, figur teladan manusia paling mulia baginda Nabi Muhammad SAW.
Tak lupa khatib berwasiat taqwa kepada pada diri sendiri, kaum muslimin yang berhadir, dalam arti dan dengan cara imtitsalul awamir wajtinabun nawahi. Mari kita berusaha untuk melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya, in shaa Allah kita akan selalu tergolong sebagai hamba-Nya yang taqwa dalam sistuasi dan kondisi apapun kita saat ini.
Hadirin rahimakumullah
Hari ini betepatan dengan tanggal 27 Rajab 1447 H/17 Januari 2026, peristiwa yang sangat luar biasa dan diluar nalar manusia yakni Israk dan Mikraj Nabi besar kita, Muhammad SAW. Peringatan ini tentu saja memiliki arti
yang sangat penting bagi kehidupan kita sebagai muslim, tidak hanya untuk mengenang kembali peristiwa itu, tetapi juga untuk mengambil hikmah atau pelajaran agar berguna bagi perjalanan hidup kita.
Sekurang-kurangnya ada lima hikmah yang bisa kita sampaikan dalam khutbah yang singkat ini sebagai berikut:
Pertama, perjalanan Israk dan Mikraj ini merupakan perjalanan yang berlangsung dari masjid ke masjid, yakni dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa, terus naik ke langit hingga ke „Arasy Allah dan kembali lagi ke Masjidil Haram.
Yang namanya perjalanan tentu maju, ini dapat kita simpulkan bahwa bila kita ingin umat ini mengalami dan mencapai kemajuan serta agar kemajuaannya tetap terarah, maka sumber daya manusia muslim harus mendapatkan pembinaan di masjid.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
