Langkah Pasti Verifikasi Masyarakat Miskin, Tempel Stiker

Langkah Pasti Verifikasi Masyarakat Miskin, Tempel Stiker

Langkah Pasti Verifikasi Masyarakat Miskin, Tempel Stiker-Ist-

 

 

RADAR BENGKULU, MANNA -

Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Bengkulu Selatan banyak sekali jenisnya, tetapi kenyataannya angka kemiskinan juga masih sangat susah turunnya.

Salah satu langkah konkrit yang akan diterapkan pada tahun 2026 adalah pendataan ulang penerima bantuan sosial secara menyeluruh, disertai pemasangan stiker “Keluarga Miskin Penerima Bansos” di rumah warga yang masih terdaftar sebagai penerima bantuan.

BACA JUGA:3 Siswi SDN 69 Kota Bengkulu Dapat Perunggu FSB Tingkat Nasional

Kepala Dinas Sosial Bengkulu Selatan, Hen Yepi,SP.mengatakan, pemasangan stiker keluarga miskin ini adalah salah satu upaya penertiban dan penajaman sasaran bantuan sosial.

Kebijakan ini akan mulai dilaksanakan pada Februari 2026 oleh Dinas Sosial (Dinsos) Bengkulu Selatan dengan menyasar seluruh wilayah administrasi, yakni 142 desa dan 8 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan.

"Nantinya petugas kami akan menyisir seluruh lapisan masyarakat yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mengapa harus dicek satu persatu? Jangan sampai data yang kita miliki hanya bertanya, melihat sepintas lalu menyimpulkan. Kami ingin yang menerima ini benar-benar membutuhkan,"ungkap Hen Yepi Sabtu(24/01).

Apalagi, lanjutnya, saat ini dinilai penyaluran ini masih memiliki celah ketidaktepat sasaran. Dengan akurasi yang tepat, pihaknya ingin ada perubahan dari segi muti kehidupan ataupun tingkat kesejahteraan. Jangan hanya mengharapkan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah.

Pendataan ulang yang akan dilakukan ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya serius pemerintah agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.Apalagi masyarakat yang ekonominya sudah cukup membaik, sebaiknya bisa bersikap jujur dan mengundurkan diri. Apalagi masih banyak masalah yang ekonominya di bawah.

"Pemasangan stiker ini bukan untuk mempermalukan masyarakat, tetapi kami ini berlaku transparan. Dengan tanda yang diberikan, masyarakat nantinya juga bisa melihat apakah mereka masih layak mendapatkan bantuan apa tidak. Karena, masyarakat juga bisa melihat apakah kehidupannya sudah baik dan sejahtera,"ujar Hen Yepi.

Adapun yang disampaikan oleh Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos BS, Syariar mengungkapkan, berdasarkan data terakhir per Desember 2025, jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di BS mencapai 15.625 orang. Sedangkan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tercatat sebanyak 12.765 orang.

“Untuk lebih mengakuratkan data yang kita miliki, kami akan melakukan verifikasi faktual agar data yang kita miliki benar-benar valid. Tim Dinsos akan turun langsung ke desa-desa mulai Februari 2026, sekaligus melakukan pemasangan stiker di rumah penerima bantuan,”pungkas Syariar.(

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: