Kucing-kucingan di Trotoar: Dilema Perut dan Aturan di Pasar Panorama

Kucing-kucingan di Trotoar: Dilema Perut dan Aturan di Pasar Panorama

Kucing-kucingan di Trotoar: Dilema Perut dan Aturan di Pasar Panorama -Muharrom Afdoli-radarbengkulu


radarbengkuluonline.id  – Sore tadi langit di kawasan Pasar Panorama mulai meredup, namun aktivitas di bahu jalan justru kembali ramai di isi oleh para pedagang kaki lima.

Meski petugas Satpol PP Kota Bengkulu telah melakukan penertiban secara intensif sejak pagi, pemandangan pedagang yang 'curi-curi ruang' kembali terlihat pada Minggu (25/1/2026) pukul 17:00 WIB. 


Satu per satu lapak kayu dan plastik alas barang dagangan mulai digelar kembali di atas trotoar dan bahu jalan yang seharusnya bersih dari hambatan. Bagi para pedagang ini, aturan adalah satu hal, namun urusan dapur adalah hal lain yang tidak bisa ditunda. 


Di tengah keriuhan tersebut, Cahyono seorang pedagang sayur yang kembali menggelar dagangannya di pinggir jalan, tampak sibuk melayani pembeli sambil sesekali mengawasi situasi sekitar. Saat ditanya mengenai alasannya tetap berjualan meski baru saja ditertibkan, raut wajahnya berubah sendu.

 
"Mau bagaimana lagi, Mas. Kami pedagang kecil seperti ini sangat butuh pemasukan setiap hari. Kalau tidak jualan di sini, dagangan tidak laku. Padahal di rumah anak-anak butuh uang buat jajan dan sekolah," ungkap Cahyono dengan nada pasrah. 


Bagi Cahyono dan rekan-rekannya, berjualan di pinggir jalan memberikan akses langsung kepada pembeli yang ingin belanja cepat tanpa harus masuk ke dalam pasar.

Meskipun ia menyadari risiko barang dagangannya bisa diangkut petugas kapan saja, desakan ekonomi keluarga memaksa mereka untuk tetap bertahan di lokasi yang dilarang tersebut. 



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait