Cegah Komplikasi Serius, Begini Cara Merawat Luka Diabetes di Rumah

Cegah Komplikasi Serius, Begini Cara Merawat Luka Diabetes di Rumah

Cegah Komplikasi Serius, Begini Cara Merawat Luka Diabetes-Ist-

 

 RADAR BENGKULU, JAKARTA - Dalam praktiknya, banyak pasien, terutama yang mengalami diabetes, membutuhkan pemeriksaan dan perawatan luka secara berkala di rumah. Baik pasca-operasi maupun pada luka kronis. Namun, keterbatasan waktu, jarak, dan tenaga profesional sering menjadi kendala.

Seperti dikutip dari laman harian disway, spesialis orthopedi dr. Muhammad Shoifi, Sp.OT(K) menjelaskan hal penting terkait perawatan luka. Ia berbicara dalam Health Talk bertajuk "Rawat Luka Modern di Era Digital", saat launching layanan Medis Fine di Ciputra World Mall Surabaya, 26 Januari 2026.

Ia menekankan pentingnya memilih fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan wound care dan home care.

"Layanan wound care menangani berbagai jenis luka secara aman dan berkelanjutan," ungkapnya. Sementara layanan home care memungkinkan pasien mendapatkan pendampingan medis secara langsung di rumah.

"Tenaga medis tersebut dapat merawat luka dengan pendekatan yang tepat. Ia juga dapat merekomendasikan rujukan, apabila pasien tersebut memang perlu mendapat rujukan," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, luka pada penderita diabetes memang memerlukan perhatian khusus. Karena berisiko menimbulkan infeksi berat. Bahkan jika tidak ditangani dengan benar dapat berujung amputasi.

Dia juga mengatakan, pasien diabetes kerap mengalami gangguan penyembuhan luka. Akibat tingginya kadar gula darah yang mempengaruhi sirkulasi dan sistem kekebalan tubuh.

Kondisi itu membuat luka, khususnya di area kaki, membutuhkan perawatan yang lebih teliti dibandingkan luka biasa.

Langkah awal yang penting dilakukan adalah penilaian luka secara rutin. Pasien atau pendamping perlu memperhatikan beberapa hal.

Seperti ukuran dan kedalaman luka, perubahan warna jaringan, serta tanda-tanda infeksi: kemerahan, bengkak, nyeri, atau keluarnya cairan bernanah. Luka dengan jaringan mati atau menghitam sebaiknya segera mendapatkan penanganan tenaga medis. 

Selain penilaian rutin, pengelolaan infeksi menjadi faktor kunci dalam perawatan luka diabetes. Luka harus dibersihkan. Yakni menggunakan antiseptik yang direkomendasikan tenaga kesehatan.

Antiseptik itu dapat mengendalikan kuman tanpa merusak jaringan sehat. Pada luka yang tidak terlalu dalam, penggunaan salep antibiotik topikal dapat membantu mencegah infeksi lanjutan.

Untuk penutupan luka menggunakan dressing atau balutan yang tepat juga sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: