Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu  Kawal  Program Makan Bergizi Gratis

Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Kawal Program Makan Bergizi Gratis -Riski/MC-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menyatakan dukungan penuhnya terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional. 


Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu.Wahyu Yuwana Hidayat menilai program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di tingkat lokal.



​Dalam keterangannya, Wahyu Yuwana menekankan bahwa program MBG memiliki multiplier effect (efek pengganda) yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini dikarenakan pasokan bahan baku makanan—seperti beras, telur, daging, dan sayuran—diarahkan untuk menyerap hasil produksi petani dan peternak lokal.

​"Kami di Bank Indonesia melihat program Makan Bergizi Gratis sebagai peluang besar untuk memperkuat ekosistem UMKM dan sektor pertanian di Bengkulu. Dengan adanya serapan pasar yang pasti, sirkulasi uang akan lebih banyak berputar di desa-desa," ujar Wahyu dalam  kegiatan bincang media di Bengkulu Senin, 26 Januari 2026.



​Fokus pada Ketahanan Pangan dan Inflasi
​Sebagai otoritas moneter di daerah, BI Bengkulu akan berperan aktif dalam :

​Menjaga Stabilitas Harga, Memastikan bahwa peningkatan permintaan bahan pangan untuk program MBG tidak memicu lonjakan inflasi (volatile food) di pasar umum.



​Penguatan Rantai Pasok, Mendorong kelompok tani binaan BI untuk menjadi pemasok utama bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Bengkulu.

​Digitalisasi Pembayaran, Mendorong penggunaan QRIS dalam transaksi pengadaan bahan baku guna menciptakan transparansi dan efisiensi keuangan program.



​Target 583 Ribu Penerima di Bengkulu
​Di tahun 2026 ini, Provinsi Bengkulu menargetkan jangkauan program MBG hingga ke 583.000 penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil. Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan infrastruktur dapur umum dan kelancaran distribusi logistik.

​Dengan sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan dukungan moneter dari Bank Indonesia, diharapkan program ini mampu menurunkan angka stunting sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif di Bumi Rafflesia. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: