Pedagang Baju Thrift di Pasar Panorama Kesulitan Cari Barang Dagangan

Pedagang Baju Thrift di Pasar Panorama Kesulitan Cari Barang Dagangan

Pedagang Baju Thrift di Pasar Panorama Kesulitan Cari Barang Dagangan-Muharrom Afdoli-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id – Di tengah ketatnya pengawasan terhadap distribusi barang impor, suasana di pusat perdagangan pakaian bekas Pasar Panorama, Kota Bengkulu mulai menunjukkan perubahan signifikan pada akhir Januari 2026 ini.


Para pelaku usaha thrifting di kawasan tersebut kini berada dalam posisi dilematis antara mematuhi regulasi pemerintah dan mempertahankan kelangsungan ekonomi rumah tangga mereka.

 

Kondisi di lapangan saat ini mencerminkan adanya stagnansi operasional akibat terputusnya rantai pasok dari distributor besar ke tingkat pengecer di pasar tradisional.


Para pedagang pakaian bekas di Pasar Panorama, salah satunya adalah Iche (27), yang mengaku sangat bergantung pada usaha ini untuk menyambung hidup.


Keresahan para pedagang dipicu oleh pernyataan pemerintah pusat mengenai penghentian total aktivitas impor balpres (pakaian bekas dalam karung). Hal ini mengakibatkan para pedagang kesulitan mendapatkan stok barang berkualitas, yang berujung pada penurunan omzet penjualan secara drastis.


Penurunan minat pembeli terjadi karena pedagang jarang membuka stok barang baru (bongkar bal).


"Biasanya akhir pekan itu kami buka bal baru, sekarang sudah jarang. Tiap ada pelanggan tanya barang baru, kami belum punya stoknya karena pasokan susah," ujar Iche saat ditemui RADAR BENGKULU, Rabu (28/1/2026).


Ketidakpastian ini menciptakan tekanan ekonomi mikro yang cukup berat bagi komunitas pedagang di kawasan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya bertindak sebagai eksekutor kebijakan pusat, tetapi juga menjadi jembatan untuk merumuskan solusi transisi yang manusiawi.


Harapan besar para pedagang adalah adanya regulasi yang lebih spesifik yang mampu membedakan antara importir skala besar dengan pedagang kecil di pasar rakyat yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup di sektor ini.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait