Dedy–Ronny, Duet Harmonis Bangun Kota Bengkulu: Dari Pasar hingga Wisata
Dedy–Ronny, Duet Harmonis Bangun Kota Bengkulu: Dari Pasar hingga Wisata-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU – Kepemimpinan Walikota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing kian menunjukkan wajah pemerintahan yang solid dan bersinergi. Keduanya tampil sebagai duet yang saling melengkapi, bekerja dalam satu irama demi membenahi Kota Bengkulu di berbagai sektor strategis.
Kekompakan Dedy–Ronny terlihat nyata dalam penataan pasar tradisional yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi rakyat. Walikota Dedy fokus pada arah kebijakan dan percepatan program, sementara Wakil Walikota Ronny aktif turun ke lapangan, memastikan kebijakan berjalan sesuai kebutuhan pedagang dan masyarakat. Bukan sekadar instruksi dari balik meja, tetapi kerja nyata yang dirasakan langsung.
Hal serupa tampak dalam penataan kawasan wisata. Di tengah upaya menjadikan Bengkulu sebagai kota tujuan wisata yang tertata dan berdaya saing, keduanya bahu-membahu memperbaiki infrastruktur, kebersihan, hingga kenyamanan pengunjung. Walikota menjadi motor penggerak visi besar, sedangkan wawali berperan sebagai eksekutor lapangan yang responsif dan komunikatif.
Dalam program pengentasan kemiskinan, duet ini juga memperlihatkan pembagian peran yang jelas. Dedy Wahyudi mendorong integrasi kebijakan lintas OPD, sementara Ronny PL Tobing memastikan program menyentuh langsung masyarakat bawah, tepat sasaran, dan tidak sekadar formalitas administrasi.
Penataan birokrasi pun tak luput dari perhatian. Pemerintahan Dedy–Ronny menegaskan komitmen terhadap pelayanan publik yang cepat, bersih, dan profesional. Keduanya konsisten menanamkan budaya kerja yang disiplin dan berorientasi hasil, sekaligus membuka ruang dialog antara pimpinan dan aparatur.
Dalam berbagai kesempatan, publik menyaksikan bagaimana walikota dan wakil walikota saling mengisi peran tanpa saling menonjolkan ego. Tidak jarang keduanya hadir bersama di lapangan, berdiskusi langsung dengan warga, menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan soal siapa paling depan, melainkan siapa paling bermanfaat.
Kekompakan ini kerap dianalogikan seperti duet Ir. Soekarno dan Bung Hatta—berbeda karakter, namun satu tujuan. Yang satu kuat dalam visi dan keberanian mengambil keputusan, yang lain tenang, detail, dan konsisten mengawal pelaksanaan. Analogi ini bukan sekadar simbolik, tetapi tercermin dalam kerja nyata yang terus berjalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
