Melawan Arus Digital: Kisah Ketangguhan Toko Lisa, Roti O, dan Twenty One di Mega Mall Bengkulu
Melawan Arus Digital: Kisah Ketangguhan Toko Lisa, Roti O, dan Twenty One di Mega Mall Bengkulu-Irfan Herdian-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id – Di tengah gempuran tren belanja online yang kian mendominasi, denyut nadi perdagangan fisik di Mega Mall Kota Bengkulu rupanya belum memudar.
Meski banyak gerai ritel di kota-kota besar mulai berguguran, tiga nama besar di pusat perbelanjaan tertua di Bengkulu ini Toko Lisa, Roti O, dan Twenty One masih berdiri kokoh menjadi saksi bisu loyalitas konsumen lokal.
Setiap gerai memiliki "resep" tersendiri untuk tetap relevan.
Toko Lisa Colection, yang dikenal sebagai salah satu destinasi pakaian legendaris di Mega Mall, mengandalkan kedekatan emosional dan kualitas bahan yang bisa disentuh langsung oleh pelanggan.
"Kadang sehari atau dua hari belum ada yg laku terjual satupun, tapi kami masih bertahan dan menunggu hari raya Idul Fitri. Belanja baju itu soal rasa. Di sini pelanggan bisa mencoba ukuran yang pas dan melihat warna asli tanpa takut tertipu foto di layar ponsel," ujar Fitri salah seorang pramuniaga Toko Lisa Colection di lokasi.

Toko Lisa Colection-Irfan Herdian-radarbengkulu
Keunggulan fitting room dan interaksi manusiawi menjadi benteng pertahanan utama mereka terhadap pasar e-commerce.
Berbeda dengan sektor fashion, Roti O bertahan dengan mengandalkan indra penciuman.
Aroma kopi yang khas dari panggangan roti mereka seolah menjadi "magnet" yang menarik pengunjung, bahkan sebelum mereka memasuki area food court.
Sementara itu, Twenty One (Cinema 21) tetap menjadi pusat hiburan utama. Meskipun layanan streaming film menjamur, sensasi menonton di layar lebar dengan sistem suara yang menggelegar tetap tidak tergantikan bagi warga Bengkulu yang haus akan hiburan akhir pekan.
Bertahannya ketiga ikon ini memberikan sinyal positif bagi ekonomi Kota Bengkulu. Kehadiran mereka tidak hanya menjaga okupansi mal tetap stabil, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Mega Mall masih punya tempat di hati masyarakat. Saya juga hampir seminggu sekali atau tiap wekend nonton bisokop.
Selama pedagang mampu menjaga kualitas dan pelayanan, pengunjung akan tetap datang," ungkap Winda Wulandari (21) salah satu penonton bioskop.
Meski zaman berganti dan teknologi terus melaju, Toko Lisa, Roti O, dan Twenty One membuktikan bahwa pengalaman fisik dan layanan yang konsisten adalah kunci untuk tetap eksis di jantung Kota Bengkulu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
