Korban Perdagangan Orang di Kamboja, Pemprov Bengkulu Siap Jemput
Korban Perdagangan Orang di Kamboja, Pemprov Bengkulu Siap Jemput -Riski/MC-Radar Bengkulu
radarbengkuluonline.id - Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan keseriusannya untuk memulangkan empat warga yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.
Komitmen ini ditegaskan dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Provinsi Bengkulu yang juga dihadiri oleh pihak keluarga korban.
BACA JUGA: dr Hery Kurniawan Langsung Tancap Gas Usai Dilantik jadi Direktur RSUD M Yunus
Para korban awalnya tergiur tawaran kerja di Vietnam dengan gaji besar, namun justru berakhir di Kamboja dan dipaksa bekerja di sektor judi online.
Salah satu korban menceritakan bahwa paspor mereka disita dan mereka kerap mengalami kekerasan jika tidak menuruti perintah atasan.
BACA JUGA:Kondisi Taman Remaja Bengkulu Kian Memprihatinkan
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, mengajak semua pihak untuk mengawal proses ini hingga tuntas.
Beliau berujar, "Mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses pemulangan agar keempat warga Bengkulu tersebut dapat kembali dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga."
Proses pemulangan ini akan dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui kerja sama dengan Baznas setempat. Saat ini, koordinasi intensif dengan KBRI di Phnom Penh terus dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan dan keamanan para korban di sana.
Langkah cepat ini diharapkan dapat segera memulangkan Deni, Ardi, Engga, dan Imron ke kampung halaman mereka dalam waktu dekat. Selain pemulangan, pemerintah juga berupaya memberikan perlindungan maksimal agar kejadian serupa tidak terulang kembali kepada warga lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
