Era Sentuhan Manusia: Mengapa Barang Handmade Kembali Viral?

Era Sentuhan Manusia: Mengapa Barang Handmade Kembali Viral?

Era Sentuhan Manusia: Mengapa Barang Handmade Kembali Viral?-Ist-

 

RADAR BENGKULU - Di tengah dominasi barang-barang produksi massal hasil kecerdasan buatan dan otomatisasi pabrik yang sempurna, muncul tren "The Human Flaw" yang viral di media sosial.

Konsumen generasi terbaru kini lebih menghargai produk yang memiliki sedikit ketidaksempurnaan sebagai bukti sentuhan tangan manusia.

Dari kerajinan keramik yang asimetris hingga rajutan tangan dengan pola unik, nilai jual kini bergeser dari presisi mesin menuju kehangatan cerita di balik proses pembuatannya.

BACA JUGA:Pelindo Regional 2 Bengkulu Gandeng Media, Kawal Transformasi Pelabuhan Menuju Gerbang Logistik Modern

Fenomena ini dipicu oleh kejenuhan digital yang membuat orang merindukan sesuatu yang nyata dan taktis.

Tagar seperti #MadeByHumans kini merajai platform visual, menampilkan proses kreatif para pengrajin lokal yang bekerja di studio kecil mereka. Bukan sekadar estetika, tren ini juga membawa misi keberlanjutan karena produk handmade cenderung lebih tahan lama dan diproduksi dalam jumlah terbatas, berlawanan dengan budaya fast fashion yang mulai ditinggalkan.

Bagi para pelaku UMKM, ini adalah momentum emas untuk menonjolkan autentisitas brand mereka. Strategi pemasaran tidak lagi hanya menjual produk, melainkan menjual "jiwa" dan keringat di balik prosesnya melalui konten video pendek yang jujur. Dengan meningkatnya apresiasi terhadap keunikan individu, barang buatan tangan diprediksi akan menjadi simbol status baru yang melambangkan kepedulian sosial dan selera seni yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: