AI vs Pers: Ancaman Nyata atau Sekadar Asisten Canggih?

AI vs Pers: Ancaman Nyata atau Sekadar Asisten Canggih?

AI vs Pers: Ancaman Nyata atau Sekadar Asisten Canggih?-Poto ilustrasi-

 

RADAR BENGKULU - Dunia jurnalistik saat ini sedang berada di persimpangan jalan sejak kehadiran kecerdasan buatan (AI) yang mampu menulis berita dalam hitungan detik. Fenomena ini memicu perdebatan hangat mengenai apakah AI akan menggantikan peran wartawan atau justru menjadi "senjata rahasia" baru bagi ruang redaksi.

 

Secara teknis, AI unggul dalam mengolah data besar dan menulis laporan rutin yang bersifat administratif, seperti laporan pasar saham atau skor pertandingan olahraga secara instan. Namun, AI tetaplah mesin yang tidak memiliki nurani, empati, serta kemampuan untuk melakukan investigasi mendalam yang membutuhkan insting manusia.

BACA JUGA:Segarnya Ayam Bekakak Cilegon: Pedas, Manis, Menggoda

Jurnalis senior sekaligus Ketua Dewan Pers pernah mengingatkan bahwa esensi dari pers adalah menyuarakan kebenaran dengan konteks sosial yang tepat. Hal yang tidak bisa dilakukan oleh algoritma adalah merasakan emosi narasumber atau menangkap gestur tubuh saat sebuah wawancara penting berlangsung.

 

Ke depannya, tantangan terbesar pers bukanlah melawan AI, melainkan bagaimana beradaptasi tanpa kehilangan integritas. Jika digunakan dengan bijak, AI bisa membebaskan wartawan dari tugas-tugas administratif yang membosankan, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan liputan yang lebih berkualitas dan bermakna.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: