Bangun-Bangun Basah? Mengapa Kita Ngiler Saat Tidur dan Kapan Harus Waspada

Bangun-Bangun Basah? Mengapa Kita Ngiler Saat Tidur dan Kapan Harus Waspada

Bangun-Bangun Basah? Mengapa Kita Ngiler Saat Tidur dan Kapan Harus Waspada-Poto ilustrasi-

 

RADAR BENGKULU - Pernahkah Anda terbangun dengan noda "peta" di bantal? Atau mungkin merasa malu karena terbangun dengan sisa air liur di sudut bibir saat tertidur di transportasi umum? Tenang, Anda tidak sendirian. Fenomena yang secara medis disebut sialorrhea atau drooling ini dialami oleh hampir semua orang.

Meskipun sering jadi bahan candaan, ngiler sebenarnya adalah proses biologis yang menarik. Mari kita bedah mengapa "bendungan" mulut kita bisa jebol saat kita terlelap.

Mengapa Air Liur Keluar Saat Tidur?

Pada dasarnya, kelenjar ludah kita terus memproduksi air liur sepanjang waktu. Bedanya, saat bangun, kita menelan air liur tersebut secara refleks. Saat tidur, ceritanya berubah:

BACA JUGA:Mengenal Daun Mullein: Si Beludru Alami yang Ampuh untuk Pernapasan

Relaksasi Otot Wajah: Saat masuk ke fase tidur dalam (terutama fase REM), otot-otot tubuh termasuk otot wajah dan rahang menjadi sangat rileks. Hal ini membuat mulut cenderung terbuka.

Posisi Tidur: Ini adalah penyebab paling umum. Jika Anda tidur menyamping atau tengkurap, gravitasi akan menarik air liur keluar melalui sudut bibir daripada masuk ke tenggorokan.

Produksi Berlebih: Kadang tubuh memproduksi lebih banyak ludah karena respons terhadap infeksi, makanan tertentu, atau masalah pencernaan.

Penyebab di Balik "Peta" di Bantal

Jika ngiler Anda terjadi hampir setiap malam dan dalam jumlah banyak, mungkin ada faktor kesehatan yang mendasarinya:

Hidung Tersumbat: Alergi, flu, atau sinusitis memaksa Anda bernapas lewat mulut. Udara yang keluar masuk lewat mulut memicu kelenjar ludah bekerja lebih aktif.

Sleep Apnea: Kondisi serius di mana pernapasan terhenti sejenak saat tidur. Orang dengan sleep apnea sering mendengkur dan bernapas lewat mulut, yang berujung pada ngiler parah.

GERD (Asam Lambung): Naiknya asam lambung ke kerongkongan dapat merangsang saraf untuk memproduksi air liur berlebih sebagai mekanisme perlindungan (untuk menetralkan asam).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: