Tradisi Unik Sayur Bening Singkong: Memori Masa Kecil di Tanah Rantau

Tradisi Unik Sayur Bening Singkong: Memori Masa Kecil di Tanah Rantau

Tradisi Unik Sayur Bening Singkong: Memori Masa Kecil di Tanah Rantau-Muharrom Afdoli-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Argamakmur  – Sebuah kebiasaan kuliner unik menarik perhatian di tengah masyarakat Bengkulu.

Jika biasanya singkong hanya dikenal sebagai kudapan goreng atau rebus, bagi Indriyani,tanaman umbi-umbian ini adalah bahan utama sayur kuah yang melegenda dalam keluarganya.

BACA JUGA:Manfaatkan Lahan Sempit, Ibu Rumah Tangga di Bengkulu Utara Sulap Pekarangan Jadi ‘Kulkas Alam’


 Indriyani berbagi kisah masa kecilnya yang kental dengan nuansa agraris.. Ia mengenang bagaimana singkong dan bengkoang bukan sekadar komoditas pertanian biasa di tanah kelahirannya di Jawa, melainkan bagian dari menu harian yang tersaji di meja makan.


"Dulu pas kecil sering dimasakin sayur bening singkong atau bengkoang oleh orang tua. Karena di Jawa tempat saya lahir, mayoritasnya memang petani singkong sama bengkoang," ujar Indriyani saat diwawancarai RADAR BENGKULU dikediamannya di Desa Air Sebayur Bengkulu Utara , Minggu, 15 Februari 2026.

BACA JUGA:Ini Resep Kreasi Kuliner Sehat dari Bunga Telang ala Ibu Indriyani


Namun, pengalaman berbeda ia rasakan saat berada di Bengkulu. Menurutnya, resep sayur bening dari umbi-umbian ini dianggap tidak lazim oleh warga setempat. Masyarakat Bengkulu umumnya lebih terbiasa mengolah singkong menjadi camilan atau olahan lain, namun jarang yang menjadikannya sayur berkuah bening.


Meski dianggap aneh oleh lingkungan sekitar, Indriyani tetap mempertahankan selera asalnya. Ia bahkan menjelaskan bahwa selain dijadikan sayur bening, singkong juga sangat nikmat jika diolah dengan bumbu sambal.


"Kalau di Bengkulu terlihat aneh. Karena, nggak biasa orang singkong atau bengkoang dibikin sayur bening. Padahal rasanya enak. Apalagi kalau singkongnya disambal juga," tambahnya.


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: