Jarang Diketahui, Ini 5 Sunnah Puasa yang Sering Terlewatkan
Jarang Diketahui, Ini 5 Sunnah Puasa yang Sering Terlewatkan-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU - Menahan lapar dan dahaga adalah kewajiban, namun meraih kesempurnaan pahala adalah pilihan. Banyak dari kita sudah terbiasa dengan sunnah umum seperti menyegerakan berbuka atau memberi makan orang yang berpuasa. Namun, ada beberapa amalan sunnah yang justru sering terlupakan padahal memiliki keutamaan yang besar.
Berikut adalah beberapa sunnah saat berpuasa yang jarang diketahui namun sangat dianjurkan untuk diamalkan:
1. Mandi Besar Sebelum Masuk Waktu Subuh
BACA JUGA:Payakumbuh: Menjelajahi The City of Randang yang Tak Sekadar Kuliner
Banyak yang beranggapan bahwa mandi janabah atau mandi besar bisa dilakukan setelah matahari terbit. Padahal, mandi sebelum fajar tiba agar dalam keadaan suci saat memulai puasa adalah hal yang dicontohkan Nabi. Berdasarkan hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW terkadang memasuki waktu subuh dalam keadaan junub setelah berhubungan dengan istrinya, kemudian beliau mandi sebelum melaksanakan salat dan tetap berpuasa.
2. Menjaga Lisan dari Perdebatan (Ucapkan "Inni Shoim")
Saat dipancing emosi atau diajak berdebat, sunnah yang sering dilupakan adalah mengucapkannya secara lisan bahwa kita sedang berpuasa. Hal ini bukan bermaksud riya, melainkan sebagai pengingat diri dan lawan bicara. Sebagaimana termaktub dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa jika ada seseorang yang mencelanya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia mengatakan, "Sesungguhnya aku sedang berpuasa (Inni shoim)."
3. Bersiwak di Sepanjang Hari
Ada anggapan populer bahwa bersiwak atau menyikat gigi saat puasa hukumnya makruh setelah waktu Dzuhur. Namun, banyak ulama menguatkan bahwa bersiwak tetap disunnahkan kapan saja. Merujuk pada Hadis Riwayat Tirmidzi, Amir bin Rabi’ah berkata, "Aku melihat Nabi SAW bersiwak berulang kali hingga tidak dapat kuhitung jumlahnya, padahal beliau sedang berpuasa." Ini menunjukkan menjaga kebersihan mulut tetap menjadi prioritas meski dalam keadaan lapar.
4. Mengakhiri Makan Sahur di Waktu "Imyak"
Seringkali kita makan sahur terlalu dini karena takut kesiangan. Padahal, sunnah yang utama adalah mengakhirkan sahur sedekat mungkin dengan waktu Subuh. Dalam Hadis Riwayat Bukhari, Zaid bin Thabit menceritakan bahwa jarak antara selesai sahur Nabi dengan waktu salat Subuh adalah sekitar durasi membaca 50 ayat Al-Qur'an (kurang lebih 10-15 menit sebelum azan).
5. Memperbanyak Sedekah dan Tadarus Secara Interaktif
Kita tahu sedekah itu baik, namun intensitasnya di bulan puasa harusnya berbeda. Ibnu Abbas dalam Hadis Riwayat Bukhari menggambarkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi "lebih dermawan lagi" daripada angin yang berhembus ketika bertemu Malaikat Jibril di bulan Ramadan untuk mudarasah (saling menyimak) Al-Qur'an.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
