Menyimpan Uang Dolar Jangka Panjang Dinilai Aman, Namun Bukan Tanpa Risiko

Menyimpan Uang Dolar Jangka Panjang Dinilai Aman, Namun Bukan Tanpa Risiko

Menyimpan Uang Dolar Jangka Panjang Dinilai Aman, Namun Bukan Tanpa Risiko-Poto ilustrasi-

 

 

Radar Bengkulu - Menyimpan uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD) dalam jangka panjang dinilai masih relatif aman, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Dolar hingga kini tetap menjadi salah satu mata uang terkuat di dunia dan sering dijadikan alat lindung nilai oleh masyarakat.

Pengamat ekonomi menilai, dolar memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap gejolak ekonomi. Saat terjadi tekanan global, nilai dolar justru cenderung menguat, berbanding terbalik dengan banyak mata uang negara berkembang.

BACA JUGA:Resep Ayam Lada Hitam Yang Menggugah Selera, Menu Makan Malam Bersama Keluarga

“Dolar sering dijadikan safe haven karena stabilitas ekonominya. Dalam kondisi rupiah melemah, simpanan dolar bisa membantu menjaga nilai kekayaan,” ujar salah satu analis pasar keuangan.

 

Namun demikian, menyimpan dolar dalam jangka panjang juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah inflasi dolar itu sendiri. Meski stabil, nilai riil dolar dapat tergerus jika disimpan terlalu lama tanpa imbal hasil.

 

Selain itu, menyimpan dolar dalam bentuk tunai dinilai kurang optimal dan berisiko dari sisi keamanan. Risiko kehilangan, kerusakan fisik uang, hingga pencurian menjadi pertimbangan penting. Oleh karena itu, masyarakat disarankan menyimpan dolar melalui rekening valuta asing di perbankan atau fasilitas penyimpanan resmi.

 

Ekonom juga mengingatkan bahwa pergerakan nilai tukar tidak selalu satu arah. Dalam kondisi tertentu, rupiah bisa menguat dan membuat nilai dolar turun. Karena itu, menyimpan seluruh aset dalam satu mata uang dinilai kurang bijak.

 

“Menyimpan dolar sebaiknya diposisikan sebagai strategi diversifikasi dan perlindungan nilai, bukan satu-satunya bentuk investasi,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: