Provinsi Bengkulu Percepat Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim
Provinsi Bengkulu Percepat Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim -Riski/MC-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian PPN/Bappenas baru saja menggelar dialog seru di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (25/2). Fokus utamanya adalah memperkuat kolaborasi multipihak untuk mempercepat pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim.
Acara ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, tapi jadi langkah strategis buat menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah demi mengejar target penurunan emisi nasional.
BACA JUGA:Banyak Potensi Baru, Bapenda Kota Bengkulu Targetkan PBB Tahun 2026 Rp 32 Miliar
Deputi Bidang Pangan SDA dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo A. A. T. Sambodo, menjelaskan bahwa agenda rendah karbon ini adalah bagian dari strategi besar menuju Net Zero Emissions 2060. Menurutnya, ini bukan cuma soal urusan lingkungan atau tanam pohon saja, tapi lebih ke arah transformasi ekonomi hijau yang bisa membuka lapangan kerja baru dan bikin masyarakat makin sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Leonardo juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya sinkronisasi aturan agar niat baik ini tidak berhenti di atas kertas saja. Ia menyampaikan:
"Pembangunan rendah karbon bukan sekadar agenda lingkungan, lainkan tramensformasi ekonomi hijau yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat."
Supaya implementasinya berjalan mulus, kebijakan ini perlu "dikunci" dalam dokumen perencanaan daerah. Seperti RPJPD, RPJMD, hingga anggaran APBD. Langkah ini diamini oleh Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, yang menilai bahwa pembangunan berkelanjutan memang harus pintar-pintar menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam agar tetap stabil.
Tak mau kalah, Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, memastikan bahwa komitmen daerah sudah bulat. Hal ini dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman dan berbagai regulasi daerah yang sudah disiapkan untuk mendukung pembangunan rendah karbon serta ketahanan iklim di Bumi Raflesia.
Sebagai penutup, semua pihak sepakat bahwa kunci sukses dari transformasi ekonomi hijau ini adalah kerja sama yang solid dari berbagai lini. Dengan adanya sinergi yang kuat antara pusat, daerah, dan legislatif, diharapkan Bengkulu bisa menjadi contoh daerah yang maju secara ekonomi namun tetap bersahabat dengan lingkungan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
