Pemkot Bengkulu Pastikan SD Negeri 62 Masih Aman

Pemkot Bengkulu Pastikan SD Negeri 62 Masih Aman

lokasi bangunan SDN 62 Kota Bengkulu yang masih bermasalah-dok/RBO-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id  - ​Belakangan ini, jagat media sosial di Bengkulu sempat diramaikan oleh informasi terkait rencana pembongkaran bangunan SD Negeri 62 yang terletak di Jalan Rukun, Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa aksi tersebut bakal dilakukan oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan sekolah. Tentu saja, informasi ini sempat memicu tanda tanya di tengah masyarakat, terutama bagi para orang tua siswa yang mengkhawatirkan keberlangsungan proses belajar mengajar di sana.


​Menanggapi keriuhan tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) langsung memberikan klarifikasi resmi. 


Kepala BPKAD Kota Bengkulu Yudi Susanda, menegaskan bahwa bangunan sekolah tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah yang sah. Hingga saat ini, instansinya sama sekali tidak pernah mengeluarkan instruksi maupun izin bagi pihak manapun untuk merobohkan bangunan pendidikan tersebut.


​“Perlu kami tegaskan, sampai hari ini tidak ada instruksi dari BPKAD maupun Pemerintah Kota Bengkulu untuk melakukan pembongkaran bangunan SD Negeri 62,” ujar Yudi Susanda memberikan kepastian.


​Sebenarnya, persoalan lahan ini memang sempat menjadi sengketa selama beberapa tahun terakhir. Namun, pihak Pemerintah Kota Bengkulu telah menunjukkan niat baik untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan profesional. Sebagai bentuk tanggung jawab, pemerintah bahkan telah bersedia menyiapkan anggaran biaya ganti sewa lahan yang nilainya mencapai Rp 4 miliar.


​Langkah selanjutnya, pemerintah akan menggelar pertemuan dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang yang paling tepat. Diskusi ini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan aset secara tuntas tanpa merugikan pihak manapun. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa kepentingan pendidikan anak-anak di Kota Bengkulu tetap menjadi prioritas yang tidak terganggu oleh polemik lahan.


​“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan rapat untuk menentukan langkah ke depan. Semua akan dibahas secara komprehensif agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” pungkas Yudi. 


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: