Khutbah Idul Fitri: Tujuan Utama Allah Mewajibkan Puasa Ramadan
Ustadz Abu Hasan-Adam-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id -- Para pembaca rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hai Raya Idul Fitri lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Idul Fitri untuk pembaca semua. Judulnya, Tujuan Utama Allah Mewajibkan Puasa Ramadan.
.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Abu Hasan. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Idul Fitri di Masjid Masjid Nurul Yaqin, Jalan Setia Negara Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
السالم عليكم ورحمة هللا وبركاته
كب ر ولل
كب ر ، هللاه أ
ل هللاه و هللاه أ
له إ
ص يال ، ل إ
وأ
ي را وا ل ح م هد لل كث ي را وسه ب حا ن هللا به ك رة
كب ر كب
كب ر9 ×هللاه أ
هللاه أ
ا ل ح م هد .ا
لل م ي ن ه ل ح م هد
هم ح م د وع ل ى آ ل ه ر ب ، وال ص ا لع ال
دن ا
هم ر س ل ي ن سي
ي ا ء وا ل
نب
ش ر ف ا أل
هم ع ل ىأ
وال سال
ال ةه
و ص ح
ه ب
ما ب عهد ،
ج م ع ي ن . أ
أ
في ا عب اد
ه
ا ل هللاه سه ب حان هه
و ن . وق
همت قه
ا ز ا ل
د ف
ت ق وى اللهف ق
ي ن ف س ي ب
م وإ ي ا
هللا أ و ص يكه
و
ت ع ال
لن ا
ا عيه ن وا جع
رة
ريّٰت ن ا قه
جن ا وذه
و ن رب ن ا ه ب ل ن ا م ن ا ز وا
وله
ذ ي ن ي قه
ن ال ر ج ي م: وال
الل م ن الش ي طا
ب
ى ، أعه وذه
ما )الفرقان
ما
ق ي ن ا
همت
لل 74 )
Assalamu alaikum warahmatullahi wabaraktuh
Allāhu Akbar 9 x. Allāhu Akbar kabīrā wal-hamdu li-Lāhi katsīrā wa subhānal-Lāhi
bukrataw-washīlā, lā ilāha illal-Lāhu wal-Lāhu Akbar, Allāhu Akbar wa lil-Lāhil-hamd.AlHamdu lil-Lāhi Rabbil-‘ālamin. Wash-shalātu was-salāmu ‘alā asyrafil-anbiyā’i walmursalīn sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihi wa shahbihi ajma’īn.
Ammā ba’du. Fayā ‘ibādal-Lāh ūshīkum wa iyyāya nafsī bitaqwal-Lāh faqad fāzal-muttaqūn. Wa qālal-Lāhu Subhānahu wa Ta’ālā, a’ūdzu bil-Lāhi minasy-syaithanir-rajim: Wal-ladzīna yaqūlūna
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a’yun waj’alnā lil-muttaqīna imāmā.
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Mari kita panjatkan tahmid dan syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat-Nya yang tiada terhingga. Shalawat dan salam kita mohonkan bagi suri tauladan kita, Nabi Muhammad saw.: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alāāli sayyidinā Muhammad.
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Tema Khutbah Idul fitri 1447H/2026M kali ini adalah “TUJUAN UTAMA ALLAH MEWAJIBKAN PUASA RAMADAN”
Diri kita terdiri dari dua unsur, Jasmani dan Rohani. Kedua unsur ini berasal dari Allah. Jasmani diciptakan Allah, apabila berpisah rohani dengan rohani maka jasmani akan kembali kepada asalnya yaitu kepada tanah, namun Rohani berasal dari nur Nya Allah, ini lah yang akan kembali kepada Allah SWT.
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Untuk dapat membersihkan rohani kita harus dibersihkan sifat-sifat yang tercela yang ada pada diri kita, iri, dengki, memfitnah, mencaci maki, berprasangka buruk dll. Dan harus bisa meluruskan pikiran kotor menjadi pikiran yang cemerlang, meluruskan nafsu (keinginan-keinginan), meluruskan ego (merasa diri lebih).
Kesemua ini pembersihannya ada di bulan ramadan, sesungguhnya Allah mewajibkan kita puasa ramadan untuk membersihkan semua itu, sehingga kita kembali merasakan kedekatan dengan yang punya rohani itu sendiri yaitu Allah SWT. di dalam al-Quran surah Al-Baqarah 183 berbicara tentang kewajiban ibadah puasa ramadan, 184 dan 185 berbicara tentang dispensasi ibadah puasa, dan 186 bercerita tentang kedekatan Allah dengan orang-orang yang melaksanakan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh. Allah mengatakan “dan apabila orang-orang yang berpuasa itu bertanya kepadamu Muhammad tentang Aku katakan “Aku dekat dengan mereka”.
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Kaum muslimin yang di muliakan Allah SWT. Oleh karena itu, semua kita ini dapat merasakan kedekatan dengan Allah itu ketika kita i’tikaf di sepuluh terakhir Ramadan kemaren. I’tikaf itu artinya berdiam diri (berzikir sir) merasakan diri sejati kita ini dengan dengan yang punya diri.
Oleh karena itu kaum muslimin yang berbahagia, saya mengajak kita siapkan waktu minimal 30 menit setiap harinya di malam hari untuk beri’tikaf (zikir sir) merasakan kedekatan dengan Allah SWT. Rasa ini hanya bisa dirasakan orang-orang yang telah membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela, meluruskan nafsunya, meluruskan egonya.
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Kaum muslimin yang berbahagia, jika rasa kedekatan dengan Allah SWT sudah muncul dalam diri kita, maka tidak akan ada lagi yang namanya menzolimi orang lain, menyakiti alam ini, berbuat curang, menindas yang lemah, karena dia sudah merasakan kebersihan dirinya. Ini lah sebenarnya tujuan utama Allah SWT. mewajibkan kita puasa Ramadan, agar kita kembali merasakan kedekatan dengan Allah SWT.
Dalam al-quran Allah sebutkan: hai jiwa yang tenang, ayok kembali kepada Tuhanmu, dengan rido dan diridoi, masuk lah ke dalam hambaku, dan masuklah ke dalam syurga Ku.
Ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang sudah merasakan kedekatan dengan yang punya diri sejati nya yaitu Allah SWT. Sebagai penutup, sebelum bermaaf-maafan, mari kita berdoa kepada Allah SWT:
وال س ع س م ّّٰٰللا ال ر ح م ن ال ر حي م
م ي ن .ال صال ةه
هم ر س ل ي ن و عل ى آ ل ه هم ب ، ال ح م هد لل ر ب ا لع ال
ي ا ء وا ل
نب
ش ر ف ا أل
ال ل ى أ
ج م ع ي ن .
ه أ
و ص حب
Bismil-Lāhir-Rahmānir-Rahīm, al-Hamdu lil-Lāhi Rabbil ‘alamīn.Ash-shalātu was-salāmu
‘alā asyrafil-anbiyā’i wal-mursalīn wa ‘alā ālihi wa shahbihi ajma’īn.
هم الل س ل م ي ن ّٰ
هه م ا ا غ ف ر لل
هم ؤ من
هم ؤ من ي ن وا ل
هم س ل ما ت وا ل
م وا ت . ا ت وا ل
حي ا ء م ن هه م وا أل
أل
Allāhummag-fir lil-muslimīn wal-muslimāt wal-mu’minīn wal-mu’mināt al-ahyā’i minhum
wal-amwāt.
ري
جن ا وذه
ز وا
ع رب ن ا ه يه ن ب ل ن ا م ن أ
أ
رة
ت ن ا ق ن ا ه
هم
وا جع ل ل
م ل ت ق ي ن ا
إ ما
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a’yun waj’alnā lil-muttaqīna
imāmā.
ا ب
وق ن ا عذ
خ ر ة ح سن ة
وف ى ا ل
ت ن ا ف ى ال ُّدن ي ا ح سن ة
رب ن آ ا
ر الن
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
