Takbiran di Sumatera Utara, Presiden Prabowo Salat Idul Fitri di Banda Aceh
Presiden Prabowo Salat Idul Fitri di Banda Aceh-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dipastikan akan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah paling barat Indonesia.
Seperti dikutip dari laman harian disway, berbeda dari pola perayaan pada tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dipusatkan di ibukota, kali ini Prabowo memilih Pulau Sumatera sebagai lokasi rangkaian ibadah kenegaraan.
BACA JUGA:Khutbah Idul Fitri: Lebaran, Mudik dan Orangtua
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi, agenda tersebut sudah disusun secara matang dan terjadwal.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Presiden akan memulai rangkaian kegiatan Idul Fitri itu dari Sumatera Utara, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Aceh dan selanjutnya terbang ke wilayah lain.
"Tahun 2026 menjadi momen Lebaran kedua bagi pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI," ujar Teddy dalam penjelasan kepada awak media, Jumat, 20 Maret 2026.
Untuk pelaksanaan pada tahun ini, Prabowo dijadwalkan menghadiri suasana malam takbiran dan salat Id di dua provinsi berbeda di barat Indonesia.
"Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatera Utara dan In shaa Allah akan Salat Idul Fitri di Aceh besok pagi," sambung Teddy.
Sedangkan pada Idul Fitri 2025, Prabowo dan Gibran melaksanakan Salat Id berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, bersama para pejabat negara lainnya. Untuk tahun ini, pemilihan Aceh sebagai lokasi Salat Id dinilai memiliki makna simbolik.
Karena Aceh dikenal sebagai wilayah yang merepresentasikan penguatan silaturahmi nasional dari Sabang sampai Merauke.
Kepastian agenda Presiden itu juga sejalan dengan keputusan pemerintah melalui hasil Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag). Menjelang Idul Fitri, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dalam penetapannya, pemerintah menggunakan dasar hisab melalui perhitungan matematis posisi hilal di atas ufuk, sekaligus memperhitungkan rukyatul hilal, yakni laporan verifikasi faktual dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.
Namun, keputusan pemerintah tahun ini kembali menimbulkan perbedaan dengan penetapan Muhammadiyah.
Sebelumnya, melalui Maklumat resminya, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh lebih awal, pada Jumat, 20 Maret 2026. Meski terdapat beda tanggal, pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan saling menghormati perbedaan yang ada.
Presiden Prabowo diharapkan dapat membawa pesan persatuan saat melaksanakan Salat Id di Aceh, mengingat Indonesia adalah negara dengan keragaman yang menjadi kekuatan bersama.
Sementara itu, aparat keamanan di Sumatera Utara dan Aceh juga mulai memperketat penjagaan di titik-titik yang akan dikunjungi Presiden, guna memastikan rangkaian ibadah berjalan khidmat, tertib, dan aman.
Dengan demikian, rangkaian Idul Fitri Prabowo, dari takbiran di Sumatera Utara hingga Salat Id di Aceh, menjadi penanda bahwa momentum Lebaran tahun ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat ikatan silaturahmi dan persatuan nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
