Ini Dia Tata Cara Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah
Ini Dia Tata Cara Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id - Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Umat Muslim di Indonesia yang mengikuti penetapan hari raya ini, dapat melaksanakan salat Idul Fitri serentak sesuai dengan ketentuan.
Seperti dikutip dari laman disway.id, salat Idul Fitri sendiri merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan dilaksanakan umat Muslim pada tanggal 1 Syawal. Ibadah ini juga menjadi bentuk rasa syukur dan perayaan atas kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.
BACA JUGA:Takbiran di Sumatera Utara, Presiden Prabowo Salat Idul Fitri di Banda Aceh
Untuk diketahui, salat Idul Fitri berbeda dengan salat fardu maupun salat sunnah lainnya. Adapun perbedaannya terdapat di jumlah takbir. Salat Idul Fitri dilaksanakan dengan 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir di rakaat kedua.
Melansir dari NU Online, waktu pelaksanaan salat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit, umumnya sekitar pukul 06.00–07.00 waktu setempat. Menurut pendapat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, waktu yang paling utama untuk melaksanakan salat Idul Fitri adalah setelah matahari naik setinggi satu tombak, yakni sekitar 15–20 menit setelah terbit.
Sementara itu, para ulama dari mazhab Syafi’i sepakat bahwa batas akhir pelaksanaan salat Idul Fitri adalah ketika matahari mulai tergelincir (masuk waktu Zuhur).
Nah, berikut ini panduan salat Idul Fitri 1 Syawal lengkap niat, tata cara, hingga bacaan doanya.
Niat Sholat Idul Fitri
Berikut bacaan niat sholat Iduul Fitri untuk imam dan makmum:
Imam
أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ
Ushallii sunnatan li'iidil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillahi taʼaalaa.
Artinya: "Saya niat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Taala."
Makmum
أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ
Ushallii sunnatan li'iidil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati maʻmuuman lillahi taʼaalaa.
Artinya: "Saya niat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Taala."
Tata Cara Sholat Idul Fitri
Salat Idul Fitri dilakukan sebanyak 2 rakaat dan dilaksanakan secara berjamaah.
Rakaat Pertama
Membaca niat sholat Idul Fitri
Takbiratul ihram
Membaca doa iftitah
Takbir 7 kali
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhaanallah wal-hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar. (7X)
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
Atau membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allaahu akbar kabiiraa, wal hamdu lillahi katsiiraa, wa subhanallahi bukrataw wa ashiilaa.
"Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada pagi dan petang."
Membaca Al-Fatihah
Membaca surat pendek (disunahkan Al-A'la atau Surah Qaf)
Rukuk
I’tidal
Sujud
Duduk di antara dua sujud, lalu kembali sujud kedua
Kemudian berdiri untuk rakaat kedua
Rakaat Kedua
Bangkit untuk rakaat kedua
Takbir 5 kali
Membaca Al-Fatihah
Membaca surat pendek (dianjurkan Al-Ghasyiyah)
Rukuk hingga sujud seperti biasa
Tasyahud akhir
Salam.
Setelah melaksanakan salat Idul Fitri, jemaah dianjurkan untuk tidak terburu-buru meninggalkan tempat ibadah dan mendengarkan lebih dulu khutbah.
Bacaan Doa setelah Salat Idul Fitri
اَللّهُمَّ أَعْطِنِي خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَاْصرِفْ عَنِّي شَرَّهُ وَشَرَّ مَا فِيْهِ
اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي فِيْهِ كُلَّ خَيْرٍ وَاجْعَلْنِي بَارًّا فِيْهِ بِوَالِدَيَّ
وَاجْعَلْنِي يَا الله مِنْ عِبَادِكَ الْمَغْفُوْرِ لَهُمْ فِي هَذَا الْيَومِ الْمُبَارَكَ
اللهُمَّ ارْحَمْ مَوْتَانَا وَمَوْتَى الْمُسْلِمِيْنَ
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا الطَّاعَاتِ وَاغْفِرْ لَنَا الْخَطَايَا وَالسَّيِّئَاتِ
Allāhumma a'thinī khaira hādzal yaum wa khaira mā fīh, washrif 'annī syarrahu wa syarra mā fīh
Allāhummaktub lī fīhi kulla khairin waj'alnī bārran fīhi biwālidayya
Waj'alnī yā Allāha min 'ibādikal maghfūri lahum fī hādzal yaumil mubārak
Allāhummarham mautanā wa mautal muslimīn
Allāhumma taqabbal minnath thā'āti waghfir lanal khathāyā was sayyi'āt
Artinya: "Ya Allah, berikanlah aku kebaikan hari ini dan kebaikan setiap hal yang ada pada hari ini. Jauhkanlah aku dari kejelekan hari ini dan kejelekan setiap sesuatu yang ada pada hari ini."
"Ya Allah, catatlah untukku pada hari ini setiap kebaikan dan jadikanlah aku berbakti kepada kedua orang tuaku pada hari ini."
"Jadikanlah aku, ya Allah, sebagai hamba-Mu yang Engkau ampuni pada hari yang berkah ini."
"Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang telah meninggal dari keluarga kami dan seluruh kaum muslimin yang telah meninggal."
"Ya Allah, terimalah ketaatan kami dan ampunilah segala kesalahan dan keburukan yang telah kami perbuat."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
