Kejar Waktu, Pemprov Bengkulu Gelar Lelang Ulang Maskapai Haji 2026
Inilah Kantor Gubernur Bengkulu yang terletak di Padang Harapan-Azmaliar Zaros-radarbengkulu.disway.id
radarbengkuluonline.id - ​Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan keberangkatan jamaah haji tahun 2026 berjalan tanpa hambatan.
Setelah proses tender pertama sempat menemui jalan buntu karena tidak adanya maskapai yang mendaftar, otoritas setempat langsung mengambil langkah cepat dengan menggelar lelang ulang.
BACA JUGA:Terminal Air Sebakul Masih Lengang, Lonjakan Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan
Keputusan ini menjadi sangat krusial mengingat jadwal keberangkatan ke tanah suci sudah semakin dekat. Yakni pada akhir April mendatang.
​Penyebab sepinya peminat pada lelang awal disinyalir karena adanya selisih antara pagu anggaran yang disiapkan pemerintah dengan harga pasar dari pihak maskapai. Anggaran yang tersedia sebelumnya hanya Rp 9,5 miliar.
Sementara biaya penerbangan pulang-pergi yang diminta maskapai berada di angka sekitar Rp 10,7 miliar. Ketimpangan angka ini membuat para operator penerbangan enggan melirik tender tersebut pada tahap pertama.
​"Kita sudah mencoba melakukan lelang terbuka. Namun, belum ada maskapai yang melakukan penawaran. Jika melihat harga yang diminta maskapai untuk penerbangan pulang-pergi sekitar Rp 10,7 miliar, sementara anggaran yang tersedia sebelumnya hanya Rp 9,5 miliar," jelas Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Bengkulu Dadi Hartono.
​Untuk menutupi kekurangan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar tersebut, Pemprov Bengkulu telah menempuh jalur konsultasi hukum dan finansial agar pergeseran dana tidak menyalahi aturan. Strategi yang dipilih adalah mengambil dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) atau melalui pergeseran anggaran internal sebagai solusi tercepat.
Dengan plafon harga yang baru ini, pemerintah optimis daya tarik tender kali ini akan jauh lebih tinggi bagi maskapai penerbangan.
​"In shaa Allah dengan anggaran Rp 10,7 miliar akan segera kita lelang kembali. Untuk maskapai dengan penawaran terendah sebelumnya adalah Lion Air," tambah Dadi.
​Melalui penyesuaian angka ini, diharapkan kontrak angkutan udara menuju Embarkasi Padang bisa segera dirampungkan dalam waktu satu bulan ke depan. Di sisi lain, meski fokus pada urusan logistik penerbangan domestik, pemerintah tetap memantau dinamika global guna menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh jamaah asal Bengkulu selama menjalankan ibadah di tanah suci.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
