Ini Cara Mengatasi Rasa Kantuk saat Mengemudi Jarak Jauh
Ini Cara Mengatasi Rasa Kantuk saat Mengemudi Jarak Jauh-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id - Bagi sebagian orang, mengemudi jarak jauh terasa menyenangkan. Namun, rasa kantuk bisa menjadi musuh utama yang bikin perjalanan berubah jadi mimpi buruk.
Seperti dikutip dari laman harian disway, saat kantuk datang, seluruh konsentrasi bisa buyar. Mata berat, tangan lemas, dan pikiran melayang-layang. Awas! Risikonya bisa serius.
BACA JUGA: Lewat Insentif Pajak Kendaraan Selama Lebaran, Ini Strategi Pemprov Bengkulu Tingkatkan PAD
Mengantuk saat berkendara menjadi salah satu penyebab kecelakaan fatal. Karena itu, penting untuk mengenali kondisi tubuh dalam perjalanan jauh. Jika sudah menguap berulang-ulang tanpa tertahankan, ada baiknya perjalanan dijeda dulu. Apalagi, jika tanda-tanda itu disertai dengan gejala mata perih atau sulit berfokus ke jalan.
Hal ini jangan anggap sepele. Langsung ambil langkah pencegahan supaya tetap aman sampai tujuan. Tidak ada gunanya memaksakan diri. Sebab, perjalanan jauh bukanlah tentang cepat-cepat, tapi tentang selamat.
1. Perlu Istirahat Cukup sebelum Berangkat
Sebelum memulai perjalanan jauh, pastikan tubuh sudah mendapatkan waktu istirahat yang optimal. Idealnya sekitar 6–8 jam tidur berkualitas. Kondisi tubuh yang segar sangat berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi dan respons saat mengemudi.
2. Ada Baiknya Berhenti dan Istirahat Tiap 2-3 Jam
Tubuh manusia tidak dirancang untuk ngegas nonstop. Jeda singkat sekitar 15 menit bisa me-refresh otak dan mata. Plus, bikin aliran darah lancar lagi seperti reset button alami.
3. Konsumsi Camilan Ringan
Nyamil dalam perjalanan menjadi cara yang efektif untuk mengusir kantuk. Pilih jenis camilan seperti buah, kacang, atau biskuit. Jenis camilan itu cocok untuk menjaga energi tanpa risiko kekenyangan dan mengantuk.
4. Minum Kopi atau Minuman Berkafein
Mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh, atau minuman energi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk saat berkendara. Kandungan kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga tubuh terasa lebih segar dan fokus kembali.
5. Putar Musik Upbeat atau Buka Jendela
Mendengar musik yang rancak bisa membantu mencegah kantuk. Ikut bernyanyi atau sekadar menggerakkan badan ringan juga efektif untuk menghalau bosan. Selain itu, membuka kaca jendela selama perjalanan juga berguna. Tiupan angin bikin sensorik terstimulasi, mencegah otak masuk ke mode tidur.
6. Hindari Jam Rawan Kantuk
Merancang perjalanan jauh, sebaiknya mempertimbangkan masak-masak timing-nya. Hindari bepergian pada jam rawan kantuk. Biasanya antara pukul 01.00–05.00 WIB atau setelah makan siang.
Pada jam-jam itu, perjalanan tidak akan efektif karena pengemudi rawan terserang kantuk. Berada di dalam mobil dalam jangka waktu lama juga memicu kebosanan dan kondisi monoton yang bisa menggiring otak ke mode tidur.
7. Kenali Tanda-Tanda Mengantuk
Jika sering menguap saat mengemudi, mata berat atau mulai sulit fokus, sebaiknya segera menepi. Memaksakan diri hanya akan memperbesar risiko kefatalan dalam perjalanan.
8. Fokus dan Berorientasi pada Tujuan
Perjalanan panjang bersama keluarga sering kali terasa lebih lama. Namun, buru-buru sampai tujuan juga tidak ada gunanya. Tujuan Anda tidak akan bergeser kemana-mana. Maka, sebaiknya tetaplah fokus selama perjalanan. Ambil waktu yang cukup untuk beristirahat agar selamat sampai di tujuan.
Intinya, serangan kantuk saat perjalanan jauh jangan diabaikan. Ingat, nyawa sendiri dan orang lain taruhannya. Jika kantuk tak tertahankan, segera menepi. Beristirahatlah, atau gantian menyetir dengan anggota keluarga lain. Berkendara aman adalah tanggung jawab kita semua. Stay safe traveler! (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
