Serangan Udara ke Israel Terus Berlanjut, Iran Tolak Negosiasi Trump

Serangan Udara ke Israel Terus Berlanjut, Iran Tolak Negosiasi Trump

Serangan Udara ke Israel Terus Berlanjut, Iran Tolak Negosiasi Trump -Riski/MC-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta – Militer Iran menolak pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat sedang bernegosiasi untuk mengakhiri perang. Iran mengatakan bahwa AS sebenarnya bernegosiasi dengan dirinya sendiri.

Seperti dikutip dari laman disway.id, penolakan terhadap negosiasi oleh komando gabungan Angkatan Bersenjata Iran, yang didominasi oleh elit garis keras Garda Revolusi, terjadi di tengah laporan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan rencana 15 poin ke Teheran untuk dibahas.

BACA JUGA:Jaga Transparansi Harga, Dispar Kota Bengkulu Sayangkan Hilangnya Spanduk HET di Area Wisata



“Apakah tingkat pergulatan batin Anda (Trump) sudah sampai pada tahap Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?” kata Juru Bicara Utama Komando Militer Gabungan Iran Ebrahim Zolfaqari, di televisi pemerintah Iran dilansir dari Straits Times.

“Orang seperti kami tidak akan pernah cocok dengan orang seperti Anda. Seperti yang selalu kami katakan... tidak akan ada orang seperti kami yang membuat kesepakatan dengan Anda. Tidak sekarang. Tidak pernah.”



Kepemimpinan Iran sebelumnya menyatakan tidak bisa bernegosiasi dengan AS karena negara tersebut telah menyerang Iran dua kali selama negosiasi tingkat tinggi dalam dua tahun terakhir.

"Iran memiliki pengalaman yang sangat buruk dengan diplomasi Amerika,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, kepada India Today pada 25 Maret.


Lebih lanjut ia menambahkan, tidak ada dialog atau negosiasi dengan Washington. Karena, angkatan bersenjata Iran sedang fokus mempertahankan negara.

Empat minggu sejak perang yang telah menewaskan ribuan orang, menciptakan guncangan energi terburuk dalam sejarah, dan memicu kekhawatiran inflasi global, serangan udara dari Iran dan Israel terus berlanjut pada 25 Maret.

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan dalam unggahan Telegram bahwa mereka meluncurkan gelombang serangan yang menargetkan infrastruktur di seluruh Teheran.



Kemudian mereka menyebutkan bahwa angkatan udara Israel telah menyerang dua lokasi produksi rudal jelajah angkatan laut di Teheran.  Kantor berita semi-resmi Iran, SNN, melaporkan bahwa serangan tersebut mengenai kawasan permukiman di kota itu, dengan tim penyelamat mencari korban di antara reruntuhan.

Kuwait dan Arab Saudi mengatakan mereka berhasil menggagalkan serangan drone baru, tanpa menyebutkan asalnya.


Drone menargetkan tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, menyebabkan kebakaran tetapi tanpa korban jiwa, menurut otoritas penerbangan sipil Kuwait.

Kemudian, Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan baru terhadap lokasi-lokasi di Israel, termasuk Tel Aviv dan Kiryat Shmona, serta pangkalan AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain, menurut media pemerintah Iran.

Sebelumnya Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada 24 Maret bahwa AS sedang dalam “negosiasi” dengan “orang yang tepat” di Iran untuk mengakhiri perang, dan menambahkan bahwa pihak Iran sangat ingin mencapai kesepakatan.

Channel 12 Israel, mengutip tiga sumber, mengatakan bahwa AS mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan untuk membahas rencana tersebut. Sumber yang mengetahui masalah ini mengonfirmasi bahwa AS telah mengirimkan rencana kepada Iran, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: