Inggris Percepat Senjata Laser DragonFire, Siap Dipasang di Kapal Perang 2027
Inggris Percepat Senjata Laser DragonFire, Siap Dipasang di Kapal Perang 2027-Poto ilustrasi-
Radar Bengkulu online LONDON – Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) mempercepat langkah modernisasi pertahanan maritim dengan mengakselerasi penggelaran senjata laser energi tinggi DragonFire. Pemerintah Inggris melalui Menteri Negara Pertahanan, Vernon Coaker, pada 18 Maret 2026 mengonfirmasi bahwa sistem senjata energi terarah (Directed Energy Weapon/DEW) ini akan mulai diintegrasikan pada 2027—lebih cepat lima tahun dari rencana awal.
Percepatan ini tidak lepas dari keberhasilan serangkaian uji coba intensif sepanjang 2025 di Hebrides Range, Skotlandia. Hasil pengujian menunjukkan sistem laser tersebut mampu bekerja dengan tingkat presisi tinggi dalam berbagai skenario tempur modern.
Komitmen Inggris terhadap teknologi ini juga diperkuat melalui kontrak produksi senilai hingga £200 juta yang diberikan kepada konsorsium MBDA pada November 2025. Langkah ini menegaskan bahwa pengembangan DragonFire telah memasuki fase implementasi nyata, bukan sekadar proyek riset.
BACA JUGA: Ini Cara Menata Meja Kerja di Sudut Kamar yang Sempit
Pada tahap awal, DragonFire akan dipasang pada kapal perusak Type 45 (Daring Class) milik Royal Navy. Saat ini terdapat enam unit aktif, yakni HMS Daring (D32), HMS Dauntless (D33), HMS Diamond (D34), HMS Dragon (D35), HMS Defender (D36), dan HMS Duncan (D37). Dari jumlah tersebut, dua kapal dijadwalkan menjadi platform pertama pada 2027, dengan potensi ekspansi hingga empat unit setelah evaluasi operasional.
Sebagai bagian dari sistem pertahanan jarak dekat (Close-In Weapon System/CIWS), DragonFire menawarkan kemampuan yang melampaui sistem konvensional seperti Phalanx. Dengan daya laser sekitar 50 kW, senjata ini mampu menghancurkan target dalam jarak beberapa kilometer dengan akurasi ekstrem—bahkan diklaim setara mengenai koin dari jarak satu kilometer.
Kemampuan tersebut memungkinkan DragonFire untuk membakar sensor musuh, melumpuhkan drone, hingga menghancurkan munisi yang datang sebelum mencapai kapal. Teknologi ini menjadi solusi atas ancaman serangan jenuh (saturation attack), di mana musuh meluncurkan banyak target murah secara bersamaan.
Konsep utama dari DragonFire adalah “infinite magazine” atau amunisi tanpa batas. Berbeda dengan rudal konvensional yang mahal, biaya satu tembakan laser diperkirakan hanya sekitar £10 atau setara Rp200 ribu. Selama pasokan listrik kapal mencukupi, sistem ini dapat digunakan terus-menerus tanpa keterbatasan stok amunisi.
Integrasi DragonFire akan melengkapi sistem pertahanan udara Sea Viper yang sudah terpasang di kapal Type 45, menciptakan lapisan perlindungan berlapis yang lebih efektif. Dengan bobot kapal mencapai 7.350 hingga 8.500 ton, destroyer Type 45 dinilai ideal untuk menopang kebutuhan daya besar dari sistem laser tersebut.
Jika program ini berjalan sukses, Inggris berpotensi menjadi negara NATO pertama di Eropa yang mengoperasikan senjata laser berbasis kapal secara penuh. Keberhasilan ini juga diperkirakan akan membuka jalan bagi penerapan teknologi serupa pada kendaraan tempur darat hingga jet tempur generasi mendatang. (Melansir indomiliter.com)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
