Cari Solusi Bareng, Pemprov Bengkulu dan DPD RI Bahas Sengketa Lahan Eks Lapter II Manna
Cari Solusi Bareng, Pemprov Bengkulu dan DPD RI Bahas Sengketa Lahan Eks Lapter II Manna-Riski/MC-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI duduk bareng untuk mencari jalan keluar terkait sengketa lahan eks Lapangan Terbang (Lapter) II Manna.
Rapat dengar pendapat ini digelar di Kantor Gubernur Bengkulu pada Jumat (10/4) sebagai respon atas pengaduan masyarakat mengenai lahan milik TNI AU yang berlokasi di Desa Pagar Dewa, Bengkulu Selatan tersebut.
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu dan Pengadilan Tinggi Agama Terus Lanjutkan Perlindungan Perempuan dan Anak
Pertemuan ini berlangsung cukup lengkap karena dihadiri oleh berbagai pihak. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, perwakilan masyarakat, hingga instansi vertikal seperti ATR/BPN dan unsur TNI/Polri.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, membuka acara ini, sementara jalannya diskusi dipimpin langsung oleh Wakil Ketua BAP DPD RI, Abdul Hakim.
Dalam obrolan santai tapi serius tersebut, terungkap bahwa masalah lahan seluas 330 hektare ini berakar dari tata kelola aset negara yang belum terintegrasi dengan maksimal. Kondisi ini memang cukup pelik. Karena, sebagian lahan sudah dimanfaatkan oleh pemda dan warga, namun status hukumnya masih menggantung, sehingga rawan memicu konflik agraria atau ketidakpastian hukum.
BAP DPD RI melihat bahwa urusan ini sangat berkaitan dengan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di bawah Kementerian Keuangan. Terkait langkah ke depan, Abdul Hakim memberikan kepastian dengan menyatakan:
"Permasalahan ini akan kami bahas lebih lanjut pada masa sidang terdekat untuk menghasilkan solusi konkrit," ujar Abdul Hakim.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini sampai tuntas. Tujuannya jelas, agar ada kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat, serta aset negara bisa dimanfaatkan secara optimal tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.
Dengan komunikasi yang baik antarlembaga ini, diharapkan "benang kusut" di lahan eks Lapter II Manna bisa segera terurai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
