Ini Cara Praktis dan Mudah Tanam Cabai di Botol Bekas

Ini Cara Praktis dan Mudah Tanam Cabai di Botol Bekas

Ini Cara Praktis dan Mudah Tanam Cabai di Botol Bekas-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Tasikmalaya - Cara menanam cabai dengan botol bekas menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam di lahan terbatas dengan biaya yang minim.

Seperti dikutip dari laman radartasik.com, metode ini memanfaatkan botol plastik bekas berukuran 1,5 liter yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Botol tersebut dipotong menjadi dua bagian untuk dijadikan wadah tanam sederhana namun efektif.

BACA JUGA:Belajar dari Tetangga, Bengkulu Intip Strategi Riau Dongkrak PAD hingga Rp 500 Miliar



Sedangkan bagian luar botol disarankan dilapisi bahan berwarna gelap seperti plastik atau kantong kresek bekas. Lapisan ini berfungsi melindungi larutan nutrisi dari paparan sinar matahari langsung agar tidak cepat rusak. Teknik ini termasuk dalam konsep hidroponik sederhana dari botol plastik yang semakin populer di kalangan pemula.

Di samping hemat biaya, metode ini juga ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah plastik. Pada bagian atas botol, media tanam berupa tanah gembur dimasukkan sebagai tempat tumbuh akar tanaman cabai. Bibit cabai yang sudah siap tanam kemudian dipindahkan ke dalam media tersebut dengan hati-hati.



Sementara itu, bagian bawah botol diisi larutan nutrisi hidroponik seperti AB mix. Konsentrasi nutrisi pada tahap awal pertumbuhan disarankan berada pada kisaran 600 hingga 800 ppm. Saat tanaman mulai berbunga, nutrisi dapat diganti dengan formula khusus fase generatif.

Langkah ini merupakan bagian dari teknik budidaya cabai sistem sumbu yang cukup efektif untuk pemula.  Sistem ini memungkinkan tanaman mendapatkan air dan nutrisi secara stabil.  Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam proses penanaman cabai:



1. Siapkan botol plastik bekas ukuran 1,5 liter dan potong menjadi dua bagian.
2  Lapisi bagian luar botol dengan bahan gelap untuk melindungi nutrisi.


3. Isi bagian atas botol dengan media tanam berupa tanah gembur.
4. Masukkan larutan nutrisi AB mix ke bagian bawah botol.


5. Gunakan kain flanel sebagai sumbu penghubung antara nutrisi dan media tanam.
6. Tanam bibit cabai ke dalam media tanam dengan posisi yang stabil.
7. Letakkan tanaman di area yang mendapatkan sinar matahari cukup. 


Penggunaan kain flanel sebagai sumbu sangat penting untuk menjaga kelembaban media tanam secara konsisten. Sumbu ini akan membantu menyerap air dan nutrisi dari bagian bawah ke akar tanaman. Dengan cara ini, tanaman cabai tidak perlu disiram terlalu sering karena suplai air tetap terjaga.

Kemudian, metode ini juga menjadi salah satu tips menanam cabai di rumah yang mudah diterapkan oleh siapa saja. 


Perawatan tanaman meliputi pengecekan nutrisi, pencahayaan, serta kondisi media tanam. Jika dirawat dengan baik, tanaman cabai dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas. Hal ini menjadikan metode ini cocok untuk skala hobi maupun kebutuhan rumah tangga. 


Cara membuat hidroponik botol bekas ini juga sangat fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai kondisi lingkungan. Teknik ini tidak memerlukan lahan luas sehingga cocok untuk pekarangan sempit atau area perkotaan. Selain itu, penggunaan bahan sederhana membuat metode ini mudah dipraktikkan oleh pemula.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman cabai dapat mulai berbuah dalam waktu relatif singkat. Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Metode ini juga dapat menjadi alternatif usaha kecil berbasis pertanian rumah tangga. Dengan demikian, menanam cabai menggunakan botol bekas menjadi pilihan cerdas dan ekonomis.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: