Estafet Dakwah, Walikota Bengkulu Inisiasi Wadah Bagi Dai Muda
Estafet Dakwah, Walikota Bengkulu Inisiasi Wadah Bagi Dai Muda-Riski/MC-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id - Walikota Bengkulu Dr Dedy Wahyudi BZ SE MM menekankan pentingnya regenerasi pendakwah agar syiar Islam di kota ini tidak hanya didominasi oleh kalangan senior.
Saat menghadiri kegiatan Safari Subuh Minang di Masjid Al Falah, Kelurahan Berkas, Minggu (12/4), beliau menyampaikan keinginan kuatnya untuk melihat munculnya wajah-wajah baru dari kalangan remaja dan mahasiswa yang aktif di Remaja Islam Masjid (Risma).
BACA JUGA:Momen Haru Safari Subuh, Doa Restu Jamaah untuk Keberangkatan Haji Walikota
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Bengkulu berencana memfasilitasi pembentukan wadah bernama Ikatan Dai Muda. Inisiatif ini bertujuan untuk merangkul potensi besar yang dimiliki anak-anak muda.
Mulai dari jenjang SMP hingga mahasiswa, agar mereka berani tampil dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan cara yang lebih segar.
"Saya ingin di kota ini tumbuh ustad-ustad dari kalangan remaja. In shaa Allah, akan segera berdiri Ikatan Dai Muda sebagai wadah regenerasi," ujar Dedy Wahyudi di hadapan para jamaah.
Menariknya, Walikota menetapkan batasan usia maksimal 40 tahun bagi anggota Ikatan Dai Muda ini. Penentuan usia ini bukan tanpa alasan, melainkan merujuk pada filosofi usia kematangan Rasulullah SAW saat menerima wahyu pertama kali. Dengan batasan ini, fokus pengembangan akan benar-benar diarahkan pada energi dan kreativitas para pendakwah muda.
"Kenapa 40 tahun? Karena itu usia kematangan Rasulullah saat diangkat menjadi Rasul. Jadi, yang sudah senior tentu tidak masuk kategori ini lagi. Kita fokus pada yang muda," guraunya di depan jamaah.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Adinda Afan telah ditunjuk sebagai koordinator yang akan menghimpun setidaknya 100 Dai Muda pada saat deklarasi nanti.
Melalui wadah ini, diharapkan syiar Islam di Kota Bengkulu semakin relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menyentuh hati generasi muda melalui bahasa yang lebih mudah mereka pahami.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
