UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Wisuda 600 Lulusan S1, Pascasarjana & Doktor
Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Dr. H. Khairuddin, M.MAg-dok/RBO-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Bengkulu - Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Dr. H. Khairuddin, M.MAg merasa bangga dan bahagia. 600 wisudawan strata 1, pascasarjana dan doktor diwisuda hari ini.
Wisudawan UIN Bengkulu diharapkan menjadi lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam integritas dan matang dalam kepribadian.
BACA JUGA:Meski Terkendala Lahan, Pemkot Bengkulu Terus Pacu Pembangunan Koperasi Merah Putih
"Saya selaku Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu merasa sangat bahagia bahwa kita hari ini mewisudakan sebanyak 600 orang mahasiswa, yang terdiri dari 552 orang program sarjana, 18 orang program magister atau S2 serta 30 orang program S3 atau Doktor. Pencapaian ini merupakan bagian dari kerjasama dan doa kita semua. Mulai dari peran orang tua, saudara, teman sejawat, dosen, pimpinan dan segenap civitas akademika UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu," katanya.
Selain itu, pencapaian ini merupakan bagian dari ketekunan, kegigihan, kesabaran dan doa para wisudawan-wisudawati sekalian.
Hari ini bukan sekadar seremoni penyerahan ijazah. Hari ini adalah penanda bahwa wisudawan telah menyelesaikan satu fase penting dalam kehidupan, dan pada saat yang sama, sedang memasuki babak baru yang penuh tantangan dan peluang.
Kita hidup di era yang ditandai oleh perubahan yang sangat cepat—perubahan yang tidak lagi berjalan linier, tetapi eksponensial. Dunia kerja berubah, cara manusia berinteraksi berubah. Bahkan cara kita memahami kebenaran pun terus mengalami dinamika. Dalam situasi seperti ini, gelar akademik bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal awal untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ingatlah, bahwa ilmu pengetahuan tanpa nilai-nilai moral hanya akan melahirkan kecerdasan yang kering.
Jadilah insan yang tidak hanya “pintar”, tetapi juga “benar”. Jadilah pribadi yang tidak hanya mencari kesuksesan, tetapi juga memberi kemanfaatan.
Dalam khazanah kearifan lokal, kita mengenal ungkapan adigang, adigung, adiguna—sebuah pengingat agar manusia tidak sombong karena kekuatan, kekuasaan, maupun kepintaran yang dimilikinya. Maka, ketika saudara melangkah ke tengah masyarakat, bawalah ilmu dengan kerendahan hati, dan gunakanlah untuk kebaikan bersama.
Rektor mengatakan, gelar yang disandang hari ini bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi juga amanah. Amanah untuk menjadi agen perubahan, untuk menghadirkan solusi, dan untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan sejahtera.
Jangan pernah takut menghadapi kegagalan. Karena sesungguhnya, kegagalan adalah bagian dari proses menuju kedewasaan dan keberhasilan. Yang terpenting adalah bagaimana saudara mampu bangkit, belajar, dan terus melangkah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
