Produksi Migas Awal 2026 Sudah Lampaui Target

Produksi Migas Awal 2026 Sudah Lampaui Target

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan bertemu dengan rekan-rekan media -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan strategis dengan media.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan BASO IGA PHI.  Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi untuk Energi Negeri yang Berkelanjutan”.

BACA JUGA:Menyeimbangkan Lima Unsur Utama Dalam Diri Manusia



Seperti dikutip dari laman harian disway, Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan mengapresiasi insan media atas peran aktif dalam menyampaikan informasi positif terkait industri migas. 

“Kami ingin menyampaikan rasa gembira dan syukur atas kontribusi media dalam pemberitaan positif tentang industri ini dan perusahaan ini,” ujarnya.



Lebih lanjut ia menegaskan, apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus penyemangat untuk memperkuat kolaborasi ke depan. Dony juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang konstruktif kepada masyarakat, mengingat industri migas memiliki peran strategis bagi Indonesia.

Di samping itu, Dony mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perubahan di tengah dinamika industri dan kehidupan. “Perubahan itu pasti terjadi dan tidak bisa dihindari. Karena itu, kita harus mampu mengelola perubahan dan ketidakpastian agar bisa terus berkembang,” jelasnya.



Kegiatan yang berlangsung interaktif itu diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab. PHI berencana menggelar lomba jurnalistik sebagai bentuk dukungan terhadap karya media berkualitas. Melalui sinergi yang terus diperkuat, PHI optimistis dapat menjaga kinerja produksi sekaligus mendukung keberlanjutan energi nasional. 

Di sisi lain, PT PHI mencatatkan kinerja positif pada awal 2026 dengan realisasi produksi minyak dan gas (migas) yang melampaui target. 



Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani mengungkapkan produksi minyak pada periode Januari hingga Februari 2026 mencapai 60.300 barel per hari (bph). Jumlah tersebut melampaui target 49.400 bph atau sekitar 122 persen. 

Produksi gas juga menunjukkan kinerja positif. Realisasinya, 606.000 kaki kubik per hari, melampaui target 583.000 MSCFD atau sekitar 104 persen.



“Pada 2025 produksi minyak PHI mencapai 58.000 bph dari target 56.000 bph atau 104 persen. Sementara untuk gas, realisasi 2025 sebesar 630.000 MSCFD dari target 629.000 MSCFD,” ujar Handri.

Capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi lapangan utama, khususnya yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam di Blok Mahakam, Kalimantan Timur.  Selain itu, upaya peningkatan produksi melalui eksplorasi dan pengeboran baru juga terus dilakukan sebagai bagian dari strategi mendukung target swasembada energi nasional.


Lebih lanjut Handri mengakui tantangan industri hulu migas masih cukup besar. Produksi minyak nasional saat ini dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan domestik secara optimal.  Karena itu, PHI menyiapkan sejumlah proyek eksplorasi baru pada 2026, di antaranya SS113 di Blok Mahakam, TKLN 001 (Tingkilan) di PHE Maratua, serta SKBL 001 Sungai Besar di PT Pertamina EP Sangatta Field.

“Dengan kombinasi peningkatan produksi eksisting dan eksplorasi wilayah baru, kami berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” tambahnya. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: