Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut Menteri Pekerjaan Umum
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan perkembangan pembangunan program Sekolah Rakyat yang ditargetkan selesai pada Juni 2026-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan perkembangan pembangunan program Sekolah Rakyat yang ditargetkan selesai pada Juni 2026. "Sekolah Rakyat, insya Allah kalau saya buka di Juni 2026, memang kalau lihat progres hari banyak," ujar Dody saat media briefing di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.
Seperti dikutip dari laman disway.id, ia menjelaskan, capaian pembangunan di sejumlah titik di berbagai daerah sudah menunjukkan perkembangan. Ia mengklaim di beberapa lokasi disebut telah mencapai progres hingga 70 persen sampai 100 persen.
BACA JUGA: Purbaya: Investor Mulai Paham, IHSG Bangkit
"Jadi kemarin itu sudah rata-rata sudah 58 persen. Jadi per hari itu ada yang 70 persen Per hari ada 70 persen, ada 100 persen. Kira-kira sih," ungkapnya.
Lebih lanjut Dody menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir pada Jumat lalu, progres pembangunan secara keseluruhan berada di angka 59 persen. Melihat itu, ia optimistis target penyelesaian pada Juni 2026 dapat tercapai.
"Sekarang ini hari per hari, kemarin, hari Jumat, hari Jumat itu ada 59 persen Jadi, in syaa Allah, biar di Juni selesai, minimum selesai. Ini saya mengatakan, feeling ya, feeling ya. Ini saya mengatakan sempurna penutupan, sempurna penutupan," harapnya.
Walaupun demikian, Dody mengakui adanya hambatan dalam pembangunan Sekolah Rakyat yang di luar perkiraannya.
"Harus diakui memang pembangunannya agak di luar perkiraan saya sejujurnya. Karena dengan komposisi produksional," ujarnya.
Untuk itu, lanjut Dia, untuk mempercepat penyelesaian proyek, Dody terpaksa turun gunung langsung untuk memantau sekaligus memberikan solusi atas sejumlah kendala di lapangan. "Beberapa orang harus saya bantukan dan saya harus melakukan langsung untuk memantau, tidak hanya memantau, tapi memberikan solusi lainnya," ujarnya.
Ia menegaskan, evaluasi harian dilakukan setiap yang ditunjukan kepada seluruh pejabat penanggung jawab proyek wajib melaporkan perkembangan di masing-masing titik pembangunan. Ia mengaku, ada beberapa daerah dengan progres pembangunan terendah, yakni Singkawang, Cilacap, Dharmasraya, Lombok Utara, dan Lombok Barat.
Meski demikian, ia memastikan sebagian besar kendala teknis sudah berhasil diatasi.
"Sebenarnya kendala secara teknis sudah, saya boleh disampaikan 70 persen kami sudah bisa selesaikan," katanya.
Mengacu itu, beberapa daerah justru mencatat progres pembangunan tinggi, seperti Sragen, Semarang, Bengkulu, dan Medan.
"Jadi, kalau lihat dari progres strategis, hampir 60 persen kami selesai. Saya yakin bahwa bulan Juni 2026 itu minimum, saya yakin bisa mengatakan sekolah rakyat itu bisa selesai," ujar Dody.
Dari segi kualitas bangunan. Ia menegaskan tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target waktu penyelesaian.
"Saya paling anti mengorbankan kualitas paling anti apapun yang terjadi, sekolah ini harus bertahan lebih dari 20 tahun," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
