Mahasiswa Tuntut Prabowo Hentikan Program Makan Bergizi Gratis
Massa mahasiswa menilai jika program MBG hanya membuang-buang APBN dan memihak terhadap rakyat kecil-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta -- Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, menuntut agar Presiden Prabowo Subianto menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 15 Juni 2026, siang.
Seperti dikutip dari laman disway.id, dalam aksinya salah satu orator dari Universitas MH Thamrin, menilai jika program MBG hanya membuang-buang APBN dan memihak terhadap rakyat kecil.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Ajak Jerman Investasi di Berbagai Sektor di Indonesia
"MBG kami meyakini bahwa adanya MBG itu tidak berpihak kepada rakyat. Maka kami melihat adanya perputaran ekonomi dari APBN hanya kelas menengah," kata orator dari atas mobil komando.
Program MBG, kata dia, hanya menguntungkan vendor-vendor kelas menengah-atas. "Itu kelas menengah hanyalah daripada para vendor-vendor yang diuntungkan dari APBN," cetusnya.
Sebelumnya ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBK memaksa merangsek ke kawasan Istana Presiden saat berunjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan. Pantauan Disway.id di lokasi, massa aksi tiba di Jalan Medan Merdeka Selatan sekira pukul 14.41 WIB.
Mereka yang tiba dengan satu mobil komando (mokom) memaksa menerobos blokade puluhan aparat kepolisian yang bersiaga di samping gedung Bank Syariah Indonesia (BSI). Akibatnya sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan aksi.
Aksi lemparan botol plastik dan siraman air mineral terlihat saat kedua belah pihak beradu argumen. Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dan aparat keamanan. Aparat kepolisian pun tampak bernegosiasi dengan massa aksi agar tidak memaksa menerobos blokade petugas. Namun, orator terus membakar semangat massa aksi agar berani mendobrak barisan aparat kepolisian.
"Tabrak!" seru salah satu massa aksi dari atas mokom.
Aparat kepolisian pun akhirnya memberikan jalan pada iring-iringan pendemo hingga batas pagar besi blokade yang sudah terpasang sejak siang hari. Sebelumnya massa aksi yang berangkat dari kampusnya di kawasan Cikini sempat terhadang oleh aparat kepolisian di area Tugu Tani.
Aparat kepolisian meminta agar arak-arakan massa tidak memakan seluruh badan jalan supaya arus lalu lintas tidak terhambat. Adapun dalam aksi unjuk rasa ini, mahasiswa UBK setidaknya membawa 4 tuntutan yang meliputi:
1. Hentikan kenaikan harga BBM dan bahan pokok
2. Perbaiki pelemahan nilai tukar rupiah
3. Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih
4. Cabut UU Kepolisian.
Mereka juga mengusung tagar #TataUlangIndonesia sebagai seruan perlawanan terhadap krisis sosio-ekonomi yang dinilai kian mencekik rakyat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
