Penjualan Emas di Indonesia Masih Lesu

  Penjualan Emas di Indonesia  Masih Lesu

Penjualan Emas di Indonesia Masih Lesu-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  -- Tren penguatan harga emas dunia belum mampu mengangkat penjualan emas perhiasan di pasar domestik. 

Seperti dikutip dari laman disway.id, meskipun harga emas global mulai bergerak naik setelah muncul kabar kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS), pelaku usaha emas di Indonesia masih menghadapi penurunan permintaan yang cukup signifikan.

BACA JUGA:Sambut 1 Muharram 1448 H, Ratusan Jamaah Ikuti Zikir Akbar di Masjid Agung Al-Kahfi



Ada sejumlah pedagang emas mengaku kondisi pasar perhiasan emas belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Bahkan, penjualan disebut terus melemah sejak periode Lebaran Idul Fitri 2026 hingga pertengahan tahun ini.

Menurut salah satu pemilik toko emas di Bogor, Jawa Barat, Fahmi, mengatakan harga perhiasan emas masih relatif stagnan dan belum mengalami peningkatan yang mampu mendorong minat beli masyarakat.

"Hingga saat ini belum ada pergerakan yang berarti. Sejak setelah Lebaran sampai sekarang kondisinya masih sama, bahkan penjualan terus menurun. Bisa bertahan seperti sekarang saja sudah cukup baik," ujarnya kepada Disway, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Fahmi, biasanya menjelang tahun ajaran baru terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang menjual emas untuk kebutuhan pendidikan anak. Namun, fenomena tersebut belum terlihat pada tahun ini.

"Ini kan udah mau masuk tahun ajaran baru, biasanya Itu orang ngejual (emas) pas anak-anak udah mau masuk ujian, pendaftaran ulang. Ini belum ada, sama sekali belum," ungkap Fahmi.

Meskipun  begitu, komoditas emas sendiri masih dinilai sebagai alat investasi paling efektif dalam kemajuan pasar modal Indonesia. Hal serupa juga diucapkan oleh Direktur Sales & Distribution bank BSI Anton Sukarna. 

Anton  menyatakan bahwa dengan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat, emas masih menjadi alternatif instrumen yang aman untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang. 

"Emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi syariah di instrumen yang aman dan diyakini tahan terhadap inflasi," tutur Anton.

"Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI," tambahnya. 



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: