Hadapi Dampak Fenomena El-Nino, Polres Perkuat Sinergi Bersama Pemda Bengkulu Selatan

Hadapi Dampak Fenomena El-Nino, Polres  Perkuat Sinergi Bersama Pemda Bengkulu Selatan

Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajudin,S.Sos,Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si seta forkopimda melakukan pengecekan kesiapan peralatan yang dibutuhkan saat menghadapi dampak EL-NINO kekeringan ekstrem dan Karhutla-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Manna -  Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak fenomena EL-NINO akan terjadi pada akhir bulan Juli hingga bulan Agustus tahun 2026. Dampaknya terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia, khususnya Kabupaten Bengkulu Selatan, mengakibatkan musim kemarau yang berlangsung lebih lama dengan curah hujan yang berada di bawah rata-rata klimatologis.

Untuk mengatasi semua dampak tersebut, Polres Bengkulu Selatan bersama Pemerintah Daerah memperkuat sinergi yang melibatkan OPD teknis dan beberapa OPD lainnya.

BACA JUGA:Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Diprediksi Diikuti 100 Ribu Umat



Apel dipimpin langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajudin, S.Sos dan dihadiri Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si, Wakapolres Kompol Kusman Jaya, S.H., M.H, Kajari Bengkulu Selatan Candra Kirana, S.H., M.H, unsur TNI, Forkopimda, para kepala OPD, Basarnas, BPBD, Satpol PP dan Damkar, PLN, para camat serta berbagai instansi terkait lainnya.

Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajudin,S.Sos menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena El-Nino diperkirakan memuncak pada akhir Juli hingga Agustus 2026 yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal.

Hal tersebut dapat berdampak pada kekeringan panjang serta terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bengkulu Selatan.Apel gelar personel dan peralatan dalam rangka antisipasi dampak el-nino kekeringan ekstrem dan Karhutla ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penanganan bencana Karhutla yang kolaboratif, terintegrasi, responsif dan berkelanjutan yang mampu meminimalkan dampak negatif bencana terhadap masyarakat, khususnya di wilayah Bengkulu Selatan.


'Melalui apel gelar personel dan peralatan dalam rangka antisipasi dampak EL-NINO kekeringan ekstrem dan Karhutla ini, kita juga dapat mempersiapkan tim tanggap bencana, tim rehabilitasi dan sarana prasarana pendukung, disertai penguatan edukasi tanggap bencana kepada masyarakat, sehingga kita mampu melakukan quick response guna memitigasi bencana Karhutla dan kekeringan ekstrem dampak fenomena EL-NINO di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Dengan kondisi tersebut dapat memicu kekeringan berkepanjangan, sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.Pelaksanaan apel  gelar personel dan perlengkapan yang kita lakukan bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara kolaboratif, terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan," ujar Rifai.

Selain mempersiapkan personel, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memastikan kesiapan tim tanggap bencana, tim rehabilitasi, hingga sarana dan prasarana pendukung.

Bupati juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Dengan meningkatnya kesiapsiagaan seluruh unsur, diharapkan proses penanganan apabila terjadi kebakaran hutan, lahan maupun kekeringan ekstrem dapat dilakukan secara cepat (quick response), sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa bencana Karhutla dan kekeringan ekstrem tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, sektor pendidikan, transportasi hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara cepat, terpadu dan terkoordinasi oleh seluruh stakeholder.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, Polres Bengkulu Selatan, TNI dan seluruh instansi terkait dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat selama menghadapi musim kemarau tahun 2026.

“Apel gelar personel dan peralatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi seluruh stakeholder agar penanganan dampak El-Nino, kekeringan ekstrem dan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, efektif dan efisien demi melindungi masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan,” tegas Rifai.

Adapun yang disampaikan oleh Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si, pihaknya siap bersinergi dengan TNI, Pemerintah Daerah dan seluruh instansi terkait dalam mengantisipasi potensi Karhutla maupun kekeringan ekstrem.

Kesiapsiagaan personel, peralatan serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk memberikan respons cepat demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Selain itu, sinergi ini dilakukan agar nantinya tidak ada kepanikan yang terjadi ditengah masyarakat.

"Karena bencana Karhutla dan kekeringan ekstrem dampak dari fenomena el-nino bukan hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi serta dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, dalam hal ini, penanganan Karhutla harus kita laksanakan secara cepat, terpadu dan terkoordinasi,"pungkas Aron.


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait