Unik, Saking Bersyukurnya, Zuharni Beri Nama Bayinya MBG

Unik, Saking Bersyukurnya, Zuharni Beri Nama Bayinya MBG

Zuharni, ibunda dari bayi bernama Muhammad Bintang Gemilang (MBG) Subianto-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki sisi personal tersendiri bagi Zuharni, 41 tahun, warga Wonosobo, Jawa Tengah. Dia merasa bersyukur perjalanan hidupnya terselamatkan berkat keberadaan program prioritas dari Presiden RI Prabowo Subianto ini.

Seperti dikutip dari laman disway.id, program MBG menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Hampir satu tahun, ia bekerja sebagai relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sapuran Jolontoro. Sebelumnya, dia menjalankan usaha berjualan pakaian keliling selama sekitar lima tahun.

BACA JUGA:Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Diprediksi Diikuti 100 Ribu Umat



Menariknya, pekerjaan di SPPG memberikan kesempatan bagi Zuharni untuk mendapatkan penghasilan tetap sekaligus berada dekat dengan keluarganya. Lokasi tempat kerja yang tidak jauh dari rumah membuatnya dapat berjalan kaki menuju SPPG dan kembali mengurus anak-anak setelah menyelesaikan pekerjaannya.

Di rumah, Zuharni menjalani keseharian bersama ketiga anaknya. Anak pertamanya kini berusia 16 tahun dan sudah duduk di kelas 2 SMA. Sementara anak keduanya berusia 7 tahun dan duduk di kelas 2 SD. Adapun anak bungsunya belum genap satu bulan (23 hari) ketika wawancara dilakukan.

Kehadiran sang buah hati membawa cerita tersendiri bagi Zuharni. Ada sebuah nama yang kemudian menjadi pengingat atas rasa syukur dan pengalamannya selama hampir satu tahun menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG.

Menariknya, anak ketiganya diberi nama Muhammad Bintang Gemilang Subianto. Tiga kata awal kalau disingkat menjadi “MBG”. Awalnya, dia memang ingin memberi nama anaknya Muhammad MBG Subianto. Namun, karena tidak boleh memberi nama singkatan, dia tak kehilangan akal. 

Jadilah anaknya dinamai Muhammad Bintang Gemilang Subianto. Dan saat ini, di lingkungan keluarga dan orang-orang terdekatnya, sang anak lebih akrab dipanggil MBG.

Adapun nama tersebut tidak muncul secara kebetulan. Bagi Zuharni, MBG menjadi simbol rasa syukur atas kesempatan yang ia dapatkan setelah bergabung sebagai relawan SPPG.  Ia merasa pekerjaan tersebut telah memberikan manfaat bagi keluarganya, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak.

“Saya sebut nama kerjaan itu karena saking sukanya, saking bersyukurnya. Berterima kasih saya,” kata Zuharni.

Lalu, nama tersebut kemudian mendapat respons positif dari keluarga, rekan kerja, hingga para tetangga. Bagi mereka, nama MBG menjadi sesuatu yang unik sekaligus memiliki cerita di baliknya. Meski secara resmi bernama Muhammad Bintang Gemilang Subianto, sang buah hati tetap akrab dipanggil MBG. 

Di balik kisah nama tersebut, ada pula pengalaman Zuharni yang merasakan langsung manfaat program MBG bagi keluarganya. Sebelum bekerja di SPPG, ia mengaku pendapatan keluarga masih terbatas. Setelah bergabung, penghasilannya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

“Kerja tidak buat kita kaya sih, cuma cukup. Bisa buat hari-hari, bayar anak-anak sekolah, terus yang lain-lain itu alhamdulillah cukup,” katanya.

Bagi Zuharni, rasa syukur tersebut kemudian ia abadikan dalam sebuah nama. Sebuah nama yang bagi orang lain mungkin terdengar unik, tetapi bagi dirinya memiliki makna personal, yakni tentang pekerjaan, kesempatan, dan rasa terima kasih atas perubahan yang ia rasakan dalam kehidupan keluarganya.

Ia berharap program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga melalui kesempatan kerja yang dapat membantu keluarga-keluarga seperti dirinya. Kisah Ibu Zuharni dan sang buah hati menjadi gambaran bahwa di balik sebuah program pemerintah, terdapat cerita-cerita personal yang tumbuh di tengah masyarakat.

Bagi Zuharni, MBG bukan hanya sebuah program, tetapi juga bagian dari perjalanan hidup yang kemudian ia abadikan dalam nama sang anak. Kisah lengkap Ibu Zuharni dan pengalaman uniknya bersama program MBG dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: