Pria Banyak Lemak Cenderung Punya Jumlah Sperma Lebih Sedikit

 Pria Banyak Lemak Cenderung Punya Jumlah Sperma Lebih Sedikit

Ilustrasi sperma-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  - Selama ini, berat badan berlebih kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kesuburan.

Seperti dikutip dari laman disway.id, sebuah penelitian terbaru menemukan hal yang tak kalah menarik, yakni pria dengan persentase lemak tubuh lebih tinggi cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Bahkan, hubungan tersebut terlihat lebih kuat pada pria yang masih memiliki indeks massa tubuh (BMI) dalam kategori normal.

BACA JUGA: Ini Dia Manfaat Buah Timun Bagi Kesehatan Tubuh

Hasil temuan tersebut berasal dari penelitian terhadap lebih dari 1.000 pria muda di Denmark yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction.  Peneliti menemukan bahwa persentase lemak tubuh yang tinggi berkaitan dengan penurunan jumlah sperma total serta perubahan pada sejumlah hormon reproduksi pria.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 1.000 pria muda di Denmark menemukan adanya kaitan antara persentase lemak tubuh yang lebih tinggi dengan jumlah sperma total yang lebih rendah serta perubahan pada sejumlah hormon reproduksi. Menariknya, hubungan tersebut justru terlihat lebih kuat pada pria yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) dalam kategori normal. 

Dari temuan ini menunjukkan bahwa BMI saja mungkin belum cukup untuk menggambarkan kondisi kesehatan reproduksi pria. Pasalnya, BMI tidak dapat membedakan apakah berat badan seseorang berasal dari lemak, otot, maupun massa tulang. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction tersebut menganalisis data 1.058 pria Denmark berusia sekitar 19 tahun yang mengikuti studi Fetal Programming of Semen Quality (FEPOS).

Para peneliti mengukur persentase lemak tubuh menggunakan metode bioelectrical impedance, kemudian membaginya ke dalam empat kategori, yakni lemak tubuh rendah kurang dari 8 persen, normal 8–19 persen, tinggi 20–24 persen, dan sangat tinggi 25 persen atau lebih. 

Dari 978 peserta yang memiliki data lengkap, sekitar 75 persen memiliki persentase lemak tubuh normal. Sementara itu, sekitar 11 persen masuk kategori lemak tubuh tinggi, 5 persen sangat tinggi, dan 9 persen memiliki kadar lemak tubuh rendah. Lemak tubuh tinggi, jumlah sperma lebih rendah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria dengan persentase lemak tubuh tinggi memiliki jumlah sperma total sekitar 23 persen lebih rendah dibandingkan pria dengan persentase lemak tubuh normal. Pria dengan persentase lemak tubuh sangat tinggi, yakni 25 persen atau lebih, juga cenderung memiliki jumlah sperma total yang lebih rendah.

Para peneliti menyebut penurunan tersebut berpotensi memiliki arti klinis, terutama bagi pria yang sejak awal memiliki kualitas sperma mendekati batas bawah normal. Namun, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang jelas antara persentase lemak tubuh dengan motilitas sperma, bentuk atau morfologi sperma, maupun volume testis.

Ada pula indikasi bahwa pria dengan lemak tubuh lebih tinggi memiliki volume semen dan konsentrasi sperma yang lebih rendah.  Namun, hasil tersebut masih belum cukup kuat untuk memastikan adanya hubungan. 
Hormon reproduksi juga ikut berubah

Selain jumlah sperma, peningkatan persentase lemak tubuh juga dikaitkan dengan perubahan sejumlah hormon reproduksi. Pria dengan kadar lemak tubuh lebih tinggi cenderung memiliki:
kadar testosteron lebih rendah;
kadar sex hormone-binding globulin (SHBG) lebih rendah; 
free androgen index lebih tinggi;
kadar luteinizing hormone (LH) lebih tinggi; dan
kadar estradiol lebih tinggi.

Para peneliti menjelaskan bahwa peningkatan free androgen index kemungkinan berkaitan dengan menurunnya kadar SHBG pada pria dengan persentase lemak tubuh lebih tinggi.


Yang menarik: BMI normal bukan berarti bebas risiko
Salah satu temuan yang paling menarik adalah hubungan antara lemak tubuh tinggi dan jumlah sperma yang lebih rendah justru lebih kuat pada pria dengan BMI normal.
Artinya, seorang pria bisa saja memiliki BMI yang masih berada dalam kategori normal, tetapi memiliki persentase lemak tubuh relatif tinggi dan tetap menunjukkan perbedaan pada sejumlah indikator reproduksi.

Peneliti menilai persentase lemak tubuh mungkin dapat memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai jumlah lemak dalam tubuh dibandingkan BMI.Pasalnya, BMI hanya memperhitungkan berat dan tinggi badan sehingga tidak dapat membedakan massa lemak dari massa otot dan tulang.

Walaupun demikian, para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian berikutnya. Bukan berarti lemak tubuh terbukti menyebabkan sperma turun

Ada hal penting yang perlu dicatat, penelitian ini merupakan studi cross-sectional, sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan dan belum dapat membuktikan bahwa tingginya lemak tubuh secara langsung menyebabkan jumlah sperma menurun.

Penelitian juga memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah persentase lemak tubuh diukur menggunakan bioelectrical impedance yang hasilnya dapat dipengaruhi oleh kondisi hidrasi, asupan makanan, maupun aktivitas fisik. 
Selain itu, setiap peserta hanya memberikan satu sampel semen, sehingga masih terdapat kemungkinan adanya variasi hasil pengukuran.

Kemudian, para peneliti menyimpulkan bahwa persentase lemak tubuh yang lebih tinggi berkaitan dengan jumlah sperma total yang lebih rendah dan perubahan profil hormon reproduksi pada pria muda.

Mereka merekomendasikan penelitian jangka panjang untuk mengetahui apakah hubungan tersebut bersifat sebab-akibat dan apakah pengurangan lemak tubuh berlebih dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan reproduksi pria.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: