Bung Harpa Bongkar Masalah Besar Timnas Indonesia
Pengamat sepak bola Indonesia, Haris Pardede , menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai menjadi penyebab performa Timnas Indonesia menurun di bawah pelatih John Herdman-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Pengamat sepak bola Indonesia Haris Pardede , menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai menjadi penyebab performa Timnas Indonesia menurun di bawah pelatih John Herdman.
Seperti dikutip dari laman disway.id, menurut pria yang akrab disapa Bung Harpa ini, kegagalan Timnas Indonesia tidak bisa hanya dikaitkan dengan keputusan wasit. Skuad Garuda, kata dia, juga harus berani mengevaluasi permainan, pemilihan pemain hingga strategi yang diterapkan di lapangan.
BACA JUGA:Diapit Jokowi dan Gibran, Prabowo Tertawa Lepas Saksikan Atraksi Udara HUT ke-81 RI
Sedangkan kritik tersebut disampaikan Bung Harpa dalam podcast Ruang Bola ketika membahas performa Timnas Indonesia dan persiapan menghadapi agenda sepak bola berikutnya, Rabu, 12 agustus 2026. Bung Harpa menilai kekecewaan suporter terhadap performa Timnas Indonesia merupakan sesuatu yang wajar.
Lebih lanjut ia menegaskan, kekalahan memang menjadi bagian dari sepak bola. Namun, persoalan utama bukan sekadar menang atau kalah, melainkan bagaimana sebuah tim menunjukkan perjuangan dan permainan yang membuat suporter tetap memberikan dukungan. Menurutnya, hal tersebut pernah terlihat ketika Timnas Indonesia tampil di Piala Asia senior maupun Piala Asia U-23.
Dikatakan juga, dalam situasi tersebut, suporter tetap memberikan dukungan meski Timnas Indonesia mengalami kekalahan karena melihat pemain dan pelatih sudah memberikan perjuangan maksimal. "Semua kalah menang ada di belakang. Karena kita tahu mereka sudah fight dengan baik, sudah memberikan yang terbaik, baik pelatih maupun pemain, semua satu kesatuan," ujar Bung Harpa.
Kata dia lagi, rasa kebersamaan antara pemain, pelatih dan suporter menjadi salah satu hal penting yang saat ini mulai hilang.
Kritik John Herdman: Jangan Hanya Salahkan Wasit
Bung Harpa juga menyinggung komentar John Herdman mengenai keputusan wasit. Menurutnya, apabila terdapat keputusan wasit yang merugikan, hal tersebut memang bisa dikritik. Namun, Timnas Indonesia juga harus terlebih dahulu melihat kekurangan dalam permainannya sendiri.
"Menurut dia wasit tidak adil. Tapi kita tanya ke diri kita, kita mainnya sudah bagus belum? Sudah oke banget belum?" kata Bung Harpa.
Kemudian, ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang seharusnya menjadi perhatian. Mulai dari kesalahan pemain, peluang yang tidak mampu dimanfaatkan, hingga pergantian pemain yang dinilai terlambat. Bung Harpa menilai pergantian pemain yang lebih agresif seharusnya bisa dilakukan lebih cepat ketika situasi pertandingan membutuhkan perubahan.
Pemilihan Pemain John Herdman Ikut Disorot
Di samping strategi, Bung Harpa mempertanyakan sejumlah keputusan John Herdman dalam memilih pemain Timnas Indonesia. Ia menilai terdapat beberapa pemain yang sebelumnya tidak menjadi pilihan pada era pelatih Shin Tae-yong, tetapi kembali mendapatkan kesempatan.
Ia menilai pelatih seharusnya memiliki alasan yang kuat ketika memanggil kembali pemain yang sebelumnya dianggap belum mampu memberikan performa maksimal di level tim nasional. "Artinya versi terbarunya ini bukan hanya enggak ada, tapi mundur," ujar Bung Harpa.
Di samping itu, ia juga menyoroti sejumlah pemain yang menurutnya memiliki karakter berbeda tetapi belum mendapatkan kesempatan maksimal. Salah satunya adalah Ricky Kambuaya, yang dinilai memiliki karakter permainan unik dan bisa menjadi alternatif ketika lawan berhasil mematikan peran Thom Haye.
Bung Harpa Pertanyakan Istilah 'Proses' di Timnas Indonesia
Bung Harpa juga menolak jika performa Timnas Indonesia terus disebut sebagai bagian dari sebuah "proses". Menurutnya, istilah tersebut tidak bisa terus digunakan sebagai alasan ketika performa tim justru menunjukkan kemunduran.
Ia bahkan menyebut kata "proses" dan "evaluasi" seharusnya tidak menjadi tameng setiap kali Timnas Indonesia gagal mencapai target.
"Proses itu harus dicoret dari Timnas kita. Ada satu kata lagi yang menurut gue harus dicoret: evaluasi," kata Bung Harpa.
Menurutnya, evaluasi memang penting, tetapi evaluasi harus menghasilkan perubahan yang nyata. Ia mempertanyakan jika hasil evaluasi terus berulang, tetapi masalah yang sama kembali muncul dalam pertandingan berikutnya.
Perbandingan John Herdman dan Shin Tae-yong
Bung Harpa juga tidak mempermasalahkan jika performa John Herdman dibandingkan dengan era Shin Tae-yong.
Menurutnya, perbandingan diperlukan untuk melihat apakah perkembangan Timnas Indonesia benar-benar berjalan ke arah yang lebih baik.
Ia mengibaratkan pembangunan Timnas Indonesia seperti memperbaiki sebuah rumah. Jika fondasinya masih bermasalah, pelatih harus memperbaiki bagian tersebut terlebih dahulu sebelum membangun bagian lain. Namun, Bung Harpa menilai kondisi Timnas Indonesia saat ini justru menimbulkan pertanyaan karena skuad yang dimiliki sudah dihuni sejumlah pemain yang berkarier di Eropa.
"Kalau dibilang proses, ya enggak juga," ujarnya.
Mentalitas Timnas Indonesia Dinilai Mulai Bermasalah
Lalu, Bung Harpa juga menyoroti persoalan mentalitas yang menurutnya tidak hanya berada di dalam lapangan.
Hubungan antara pemain dan suporter disebut menjadi salah satu faktor penting. Ia menilai Timnas Indonesia sebelumnya mampu mendapatkan dukungan luar biasa dari suporter karena masyarakat melihat adanya perjuangan dan kerja keras pemain.
Ketika permainan mengecewakan, ditambah komunikasi yang kurang baik, kekecewaan suporter akhirnya semakin besar.
Menurut Bung Harpa, komunikasi dari pihak federasi maupun tim pelatih seharusnya dapat meredam situasi. Jika sebuah target gagal dicapai, ia menilai langkah paling sederhana adalah mengakui kegagalan dan meminta maaf kepada publik.
"Kalau sudah gagal tinggal minta maaf, selesai. Itu kan menurunkan tensi juga," ujarnya.
FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ujian Berikutnya
Sedangkan sorotan terhadap John Herdman semakin besar karena Timnas Indonesia masih memiliki agenda penting pada 2026. Selain Piala AFF atau ASEAN Championship, Indonesia juga akan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026, kompetisi baru di kawasan Asia Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada September-Oktober 2026. Indonesia juga dipastikan bersiap menjadi salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.
Kemudian, Bung Harpa menilai ajang tersebut bisa menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk mengembalikan kepercayaan suporter. Ia berharap permainan Timnas Indonesia mengalami perubahan signifikan dan tidak lagi seperti performa yang sebelumnya membuat publik kecewa.
Bung Harpa juga mengingatkan bahwa Timnas Indonesia saat ini memiliki sejumlah pemain yang berkarier di Eropa.
Nama-nama seperti Justin Hubner, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Ivar Jenner, Thom Haye dan pemain diaspora lainnya dinilai menjadi modal besar bagi Skuad Garuda. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan bagi Timnas Indonesia untuk terus menggunakan alasan minimnya kualitas pemain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
